Kesehatan

Gangguan Kepribadian Ambang: Mengenal Kondisi yang Dialami Doja Cat

Selasa, 17 Maret 2026, 05:35 WIB 8 views 2 menit baca
Gangguan Kepribadian Ambang: Mengenal Kondisi yang Dialami Doja Cat
Bagikan:

Penyanyi dan rapper terkenal, Doja Cat, baru-baru ini membuka diri tentang pengalaman pribadinya dengan Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder/BPD). Kondisi ini merupakan gangguan mental yang kompleks dan dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Lalu, apa itu Gangguan Kepribadian Ambang, dan bagaimana kondisi ini mempengaruhi individu yang mengalaminya?

Gangguan Kepribadian Ambang adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan pola perilaku yang tidak stabil, emosi yang intens, dan hubungan yang bermasalah. Orang dengan BPD sering mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, mempertahankan hubungan, dan bahkan mengalami gangguan identitas. "Saya merasa sangat tidak stabil dan tidak tahu siapa saya sebenarnya," kata salah satu penderita BPD.

Menurut para ahli, BPD dapat disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman traumatis. Orang yang mengalami BPD sering memiliki riwayat pengalaman traumatis, seperti pelecehan atau penelantaran, yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian mereka. "BPD sering dihubungkan dengan pengalaman traumatis, seperti pelecehan atau penelantaran, yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang," kata seorang psikiater.

Doja Cat, yang baru-baru ini membuka diri tentang pengalaman pribadinya dengan BPD, berharap dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini. "Saya ingin membantu orang lain yang mungkin mengalami hal yang sama, dan berharap dapat membantu menghilangkan stigma yang masih melekat pada kondisi ini," katanya. Dengan membuka diri tentang pengalaman pribadinya, Doja Cat berharap dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang BPD, serta membantu orang lain yang mungkin mengalami kondisi yang sama.

Untuk mengatasi BPD, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, termasuk terapi, pengobatan, dan dukungan sosial. Terapi, seperti terapi kognitif-behavioral (CBT) dan terapi dialectical behavior (DBT), dapat membantu individu dengan BPD mengembangkan keterampilan untuk mengelola emosi dan perilaku mereka. "Terapi dapat membantu individu dengan BPD mengembangkan keterampilan untuk mengelola emosi dan perilaku mereka, serta meningkatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain," kata seorang terapis.

Dalam penutup, Gangguan Kepribadian Ambang merupakan kondisi yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk diatasi. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kondisi ini, kita dapat membantu individu yang mengalaminya untuk mengakses bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mendukung dan membantu individu yang mengalami BPD, serta berusaha untuk menghilangkan stigma yang masih melekat pada kondisi ini.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait