Ekonomi

IHSG Terperosok Menjelang Akhir Pekan: 10 Saham Terburuk di Pasar

Jumat, 27 Maret 2026, 11:00 WIB 1 views 2 menit baca
IHSG Terperosok Menjelang Akhir Pekan: 10 Saham Terburuk di Pasar
Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan menjelang akhir pekan, mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini terjadi di tengah berbagai faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Pada penutupan sesi perdagangan, IHSG tercatat turun 70,43 poin, atau setara dengan 1,07%, sehingga tertinggal di level 6.535,98.

Beberapa analis menjelaskan bahwa penurunan ini didorong oleh aksi ambil untung yang dilakukan oleh para investor setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kenaikan. Menurut laporan dari Bursa Efek Indonesia, terdapat sekitar 200 saham yang mengalami penurunan, dengan 10 saham di antaranya menjadi top losers yang paling mencolok. "Kami melihat adanya aksi profit taking yang lebih besar dari biasanya di pasar, terutama menjelang akhir pekan," ungkap seorang analis pasar.

Di antara 10 saham yang masuk dalam kategori top losers, salah satunya adalah saham perusahaan energi yang mengalami penurunan sebesar 8%. "Kami tidak mengharapkan penurunan yang begitu drastis, tetapi kondisi ekonomi global yang tidak menentu memang mempengaruhi arah investasi," kata seorang investor yang enggan disebutkan namanya.

Selain saham energi, sektor perbankan juga turut terdampak. Beberapa bank besar mencatatkan penurunan, dengan saham salah satu bank terkemuka yang turun lebih dari 5%. Hal ini menambah kekhawatiran para investor mengenai potensi perlambatan ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan. “Kami selalu memantau pergerakan pasar dan kondisi makroekonomi yang berpengaruh,” jelas seorang analis lainnya.

Pada saat yang sama, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dan fluktuasi harga komoditas juga berkontribusi terhadap penurunan IHSG. Investor pun mulai meragukan prospek pertumbuhan jika situasi ini terus berlanjut. “Sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh berita-berita internasional, dan saat ini situasinya tidak terlalu kondusif,” tambah seorang pakar pasar modal.

Dengan penurunan ini, para pelaku pasar berharap adanya pembalikan arah pada sesi perdagangan berikutnya. Meskipun terdapat banyak faktor yang mempengaruhi, antisipasi terhadap data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam waktu dekat diharapkan bisa mengubah arah pergerakan IHSG. “Kami berharap angka pertumbuhan ekonomi bisa menunjang pergerakan positif ke depan,” tutur seorang ekonom ternama.

Secara keseluruhan, penurunan IHSG menjelang akhir pekan ini menjadi sinyal bagi para investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Para pelaku pasar diharapkan untuk terus mengikuti perkembangan yang ada, baik di tingkat domestik maupun global, agar dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait