Bek Athletic Club, Aymeric Laporte, ternyata sempat ditawarkan kepada Barcelona. Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada keberhasilan Spanyol di Piala Dunia FIFA 2026 adalah kekuatan pertahanannya, di mana tim hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Pujian besar layak diberikan kepada pasangan bek tengah Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte, yang saling melengkapi dengan sangat baik dan menjadi pertahanan yang kokoh.
Walaupun Cubarsi mendapatkan banyak pujian atas penampilannya, Laporte juga menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi Eropa. Menurut laporan dari Mundo Deportivo, Laporte menawarkan kemampuannya kepada Barcelona selama Piala Dunia, dengan harapan bisa kembali ke klub yang hampir ia gabung di masa lalu. Di atas kertas, tawaran ini sangat menarik, mengingat Barcelona telah lama mencari bek tengah kidal yang alami untuk berpasangan dengan Cubarsi, dan Laporte sangat sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Alasan Penolakan Barcelona
Kesepakatan mereka selama turnamen memperkuat argumen bahwa Laporte bisa dengan mudah beradaptasi ke lini belakang yang dilatih oleh Hansi Flick, memberikan keseimbangan dan pengalaman yang selama ini kurang di pertahanan. Laporte, yang terikat kontrak dengan Athletic Bilbao hingga tahun 2028, tetap dihargai karena kualitasnya dan telah menunjukkan penampilan yang mengesankan untuk tim nasional.
Namun, meskipun secara teori keduanya sangat cocok, Barcelona tidak menunjukkan ketertarikan. Ada beberapa alasan di balik keputusan ini. Pertama, Flick merasa tidak ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini pertahanannya. Pelatih asal Jerman tersebut memiliki kepercayaan penuh kepada Gerard Martin sebagai bek tengah sisi kiri, dan juga memiliki Eric Garcia, Andreas Christensen, Jules Kounde, Alvaro Cortes, serta Ronald Araujo, jika pemain Uruguay itu tetap bertahan.