MAUMERE - Jumlah korban akibat gempa yang melanda Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Hingga Sabtu malam, 15 Agustus 2026, tercatat 19 orang meninggal dunia dan 8 orang mengalami luka-luka, menurut informasi dari Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto.
Kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu, dengan pusat gempa berada di Kabupaten Nagekeo, tepatnya 30 km arah Timur Laut dengan kedalaman 15 km. Korban jiwa yang dilaporkan tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Kota Komba, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, Lamba Leda Selatan, Sambi Rampas, dan Elar. "Sementara 8 korban luka tersebar di wilayah Kecamatan Sambi Rampas, dan masih dalam perawatan," jelas Haryanto.
Dampak Gempa yang Luas
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah-rumah warga, tempat ibadah, fasilitas umum, serta bangunan pemerintahan. Haryanto menegaskan bahwa pendataan dan verifikasi kerusakan masih terus dilakukan di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pentingnya Kewaspadaan
Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Mereka disarankan untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan berhati-hati saat melewati daerah yang rawan longsor. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan, pendataan, dan penanganan di wilayah terdampak," tambah Haryanto.
Gempa yang mengguncang NTT ini merupakan salah satu bencana alam yang cukup serius, dan masyarakat diharapkan dapat saling membantu dalam masa sulit ini. Mari kita berkontribusi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur.