MANGGARAI - Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Nusa Tenggara Timur, khususnya di Manggarai, yang mengakibatkan evakuasi terhadap 238 pasien dari empat fasilitas kesehatan. Kejadian ini terjadi setelah gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan lokasi gempa berada 30 kilometer ke arah timur laut dan kedalaman 15 kilometer.
Rincian Evakuasi Pasien
Evakuasi dilakukan setelah banyak fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat gempa. Di antara pasien yang dievakuasi, RSUD Ruteng mencatat jumlah terbanyak dengan 150 pasien, diikuti oleh Rumah Sakit Katolik Santu Rafael Cancar dengan 15 pasien, Puskesmas Reo yang mengamankan 63 pasien, dan Puskesmas Pagal yang menampung 10 pasien. Beberapa dari pasien di Puskesmas Pagal termasuk dua ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus.
Respons Pemerintah dan Keamanan Pasien
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, melakukan pemantauan langsung di RSUD Ruteng untuk mengecek kondisi bangunan dan memastikan keselamatan pasien serta tenaga kesehatan. Dalam kunjungannya, Bupati menegaskan bahwa keselamatan pasien dan tenaga kesehatan adalah prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyatakan, "Karena kondisi sejumlah bangunan rumah sakit mengalami kerusakan berat, pasien untuk sementara dievakuasi dari dalam gedung dan ditempatkan di tenda-tenda darurat di area terbuka."
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan dasar pasien, termasuk pelayanan medis, obat-obatan, dan makanan selama masa penanganan pascagempa. Selain itu, Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh tenaga kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam situasi darurat. Koordinasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah pusat, provinsi, BNPB, Basarnas, TNI, dan Polri akan terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak gempa ini.