Kesehatan

BPOM Resmi Terapkan 'Nutri-Level' untuk Atasi Masalah Konsumsi Gula Berlebih

BPOM telah menyetujui penerapan sistem 'Nutri-Level' untuk mengurangi konsumsi gula yang berlebihan di masyarakat, demi menjaga kesehatan publik.

B
Bagas Prakoso
07 April 2026 32 pembaca
BPOM Resmi Terapkan 'Nutri-Level' untuk Atasi Masalah Konsumsi Gula Berlebih
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Dalam upaya menanggulangi masalah konsumsi gula berlebih yang mengancam kesehatan masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengumumkan penerapan sistem yang dikenal sebagai 'Nutri-Level'. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai kajian dan diskusi yang melibatkan pihak-pihak terkait, dan diharapkan bisa dilaksanakan secara efektif dalam waktu dekat.

Penerapan 'Nutri-Level' dan Tujuannya

'Nutri-Level' merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk membantu konsumen dalam membuat pilihan makanan yang lebih sehat. Dengan adanya standar yang jelas terkait kandungan gula dalam produk makanan, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengonsumsi gula. Dalam keterangan resmi, BPOM menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh pola makan tidak sehat, seperti diabetes dan gangguan jantung.

Direktur Utama BPOM, Penny K. Lukito, menjelaskan, “Dengan penerapan 'Nutri-Level', kami berharap masyarakat akan lebih sadar akan asupan gula dalam makanan sehari-hari mereka. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.” Penerapan sistem ini melibatkan pengawasan ketat terhadap produk-produk yang beredar di pasaran, untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada konsumen akurat dan transparan.

Dampak terhadap Masyarakat dan Industri Pangan

Penerapan 'Nutri-Level' diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi industri pangan. Dengan adanya standar yang jelas, produsen diharapkan akan lebih terdorong untuk mengurangi kadar gula dalam produk mereka, demi memenuhi permintaan konsumen yang semakin peduli akan kesehatan. Dalam konteks ini, BPOM juga akan memberikan edukasi kepada pelaku usaha tentang pentingnya mengedepankan kesehatan konsumen dalam setiap produk yang mereka tawarkan.

Dari sisi masyarakat, keberadaan sistem ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dalam hal konsumsi gula. Masyarakat yang teredukasi mengenai dampak gula berlebih akan lebih cenderung memilih produk yang lebih sehat, serta menerapkan pola makan yang seimbang.

“Kami percaya bahwa dengan adanya dukungan dari semua pihak, 'Nutri-Level' akan mampu menjadi alat yang efektif dalam mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh konsumsi gula berlebih,” tambah Penny K. Lukito.

Dengan langkah ini, BPOM menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengawasi produk yang beredar, tetapi juga untuk berperan aktif dalam memperbaiki pola hidup masyarakat menuju yang lebih baik.

Ke depan, BPOM akan terus memantau perkembangan dan dampak dari penerapan 'Nutri-Level' ini, serta melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menjamin efektivitasnya dalam melindungi kesehatan publik.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait