Kesehatan

Warna Kuning pada ASI Tidak Selalu Menunjukkan Kualitas yang Lebih Baik

Banyak ibu beranggapan bahwa ASI berwarna kuning lebih baik dibandingkan yang berwarna putih. Namun, seorang dokter menjelaskan bahwa warna ASI bisa bervariasi dan tidak selalu mencerminkan kualitasny...

B
Bagas Prakoso
14 May 2026 2 pembaca
Warna Kuning pada ASI Tidak Selalu Menunjukkan Kualitas yang Lebih Baik
Ilustrasi. Warna ASI memang tak selalu putih. (iStockphoto/Tatiana Foxy)

Jakarta, CNN Indonesia -- ASI yang memiliki warna kekuningan sering dianggap lebih unggul dibandingkan ASI yang berwarna putih. Di platform media sosial, banyak ibu yang berbagi pengalaman atau berusaha mempertahankan warna kuning pada ASI mereka karena percaya bahwa hal itu lebih bernutrisi untuk bayi. Namun, seorang dokter menjelaskan bahwa perubahan warna pada ASI tidak selalu menunjukkan kualitas yang lebih baik atau buruk.

Penjelasan Mengenai Kolostrum

Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menyatakan bahwa ASI memiliki beberapa fase dengan komposisi yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa ASI yang tampak kuning dan kental biasanya adalah kolostrum. "Yang biasanya kuning dan agak kental itu kolostrum. Jadi ASI yang pertama kali keluar di hari-hari awal, tiga sampai lima hari pertama itu kolostrum namanya," jelas Naomi.

Kolostrum mengandung imunoglobulin yang tinggi, berfungsi penting dalam melindungi sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir. "Itu memang terlihat lebih kuning, lebih kental. Bukan berarti ASI selanjutnya jadi jelek, tapi memang komposisinya berbeda," tambahnya.

Perubahan Komposisi ASI

Dokter spesialis anak tersebut menegaskan bahwa ASI bukanlah cairan yang tetap, melainkan dapat berubah sesuai dengan fase menyusui, usia bayi, dan kondisi masing-masing ibu. Setelah fase kolostrum, ASI akan beralih ke fase transisi dan kemudian menjadi ASI matur yang biasanya tampak lebih putih dan encer. Selain itu, ASI juga dapat berbeda dalam satu sesi menyusui, di mana terdapat istilah foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar pada awal menyusui, sementara hindmilk keluar di akhir sesi dan biasanya lebih kental karena kandungan lemaknya yang lebih tinggi.

"ASI itu dinamis. Komposisinya berubah inter dan intra individual," kata Naomi. Komposisi ASI tidak selalu sama antara satu ibu dengan ibu lainnya. Bahkan, pada ibu yang sama, kandungan ASI dapat berbeda antara pagi, siang, dan malam sesuai dengan kebutuhan bayi.

Naomi menekankan bahwa hal ini menjadikan ASI sebagai makanan terbaik untuk bayi, karena tubuh ibu secara alami menyesuaikan kandungannya. Ia menyebutkan bahwa ASI mengandung berbagai komponen penting seperti imunoglobulin, lactoferrin, human milk oligosaccharide (HMO), probiotik, dan zat bioaktif lainnya yang mendukung pertumbuhan bayi.

Pengaruh Makanan Terhadap Warna ASI

Naomi juga menjelaskan bahwa warna ASI dapat dipengaruhi oleh makanan tertentu, terutama yang kaya akan beta karoten, seperti wortel atau labu. "Yang secara ilmiah membuat kuning itu beta karoten yang tinggi," katanya. Namun, ia menegaskan bahwa ibu tidak perlu berusaha keras untuk mempertahankan warna kuning pada ASI. "Bukan warna kuningnya yang dikejar, tetapi nutrisinya," ujar Naomi. Ia menekankan bahwa ASI yang dihasilkan oleh ibu sudah disesuaikan dengan kebutuhan bayi, sehingga menjadi asupan yang paling sesuai untuk setiap anak.

Artikel Terkait