JAKARTA -- Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dianggap tidak cukup jika hanya bergantung pada peningkatan investasi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, pemerintah perlu memastikan daya beli masyarakat juga pulih.
Investasi Positif Namun Terbatas
Rahma Gafmi, seorang pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, menyatakan bahwa meskipun investasi menunjukkan hasil yang positif, dengan realisasi mencapai Rp1.931 triliun pada tahun 2025 dan menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja, serta Rp1.010 triliun pada semester pertama tahun 2026 dengan penyerapan 1,4 juta tenaga kerja, hal ini perlu dilihat dengan lebih mendalam. Sebagian besar investasi masih terfokus pada sektor-sektor yang padat modal, seperti hilirisasi dan infrastruktur, yang belum tentu memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, khususnya di kalangan kelas menengah dan bawah.
“Tanpa pemerataan kualitas penyerapan kerja, pertumbuhan tinggi berisiko bersifat eksklusif,” ungkap Rahma.
Tekanan pada Konsumsi Rumah Tangga
Dia juga menyoroti bahwa konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu pendorong utama Produk Domestik Bruto (PDB), masih menghadapi berbagai tekanan. Inflasi, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan penyesuaian transfer ke daerah (TKD) turut mempengaruhi daya beli masyarakat kelas menengah. “Mengandalkan investasi saja tanpa pemulihan daya beli domestik ibarat mengendarai mobil dengan satu kaki menginjak gas penuh sementara rem tangan masih ditarik separuh,” tuturnya.
Rahma menekankan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen, diperlukan akselerasi yang kuat. Pemerintah harus memperbaiki efisiensi birokrasi, memberikan kepastian hukum, meningkatkan logistik daerah, serta menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal. Dengan realisasi investasi semester I 2026 yang mencapai Rp1.010 triliun, dia berpendapat bahwa fondasi untuk mendorong pertumbuhan sudah ada. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa pencapaian tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk mengurangi tingkat pengangguran terdidik dan tekanan fiskal di daerah.