BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:37 WIB
Berita Terkini Sabtu, 15 Agt 2026 09:43 WIB

Pujian Anggota MPR atas Pelaksanaan Sidang Tahunan 2026 yang Tertib dan Khidmat

15 Agt 2026, 09:43 WIB 5x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
S
Sabrina Aulia Rahma 5x dibaca · 3 menit baca
Foto: dok. MPR RI
Foto: dok. MPR RI

Jakarta - Melchias Marcus Mekeng, Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI 2026. Ia menilai bahwa acara tahunan ini berlangsung dengan lebih baik, tertib, khidmat, dan terstruktur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mekeng menyatakan bahwa rangkaian acara tahun ini terasa lebih resmi dan tidak dipenuhi oleh kegiatan yang dianggap kurang relevan dengan agenda utama persidangan. "Itu juga diperlihatkan oleh Presiden Prabowo yang menyampaikan pidatonya dengan sangat baik. Semua yang beliau sampaikan sangat penting dan memperlihatkan capaian kinerja selama dua tahun pemerintahannya. Tidak banyak improvisasi, tetapi itu menjadikannya lebih baik karena forum ini memang sangat penting," ungkap Mekeng dalam keterangannya pada Sabtu (15/8/2026).

Pencapaian Pemerintah yang Ditekankan

Mengenai pidato yang disampaikan oleh Presiden, Mekeng menilai bahwa materi yang disampaikan Prabowo mencerminkan berbagai capaian pemerintahan yang telah dipimpinnya. "Mulai dari Danantara yang memberikan hasil signifikan. Program unggulan beliau, mulai dari Sekolah Rakyat, MBG hingga sekolah unggulan. Semua itu dibutuhkan masyarakat, dan beliau konsisten dengan apa yang diperjuangkan," katanya.

Penilaian Anggota MPR Lainnya

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI, Fahira Idris, juga menilai bahwa Sidang Tahunan kali ini berlangsung dengan baik, tertib, dan khidmat. Ia menyatakan bahwa seluruh rangkaian agenda berjalan dengan terstruktur. Fahira mengungkapkan bahwa suasana persidangan mencerminkan pentingnya Sidang Tahunan MPR RI sebagai momentum konstitusional untuk menyampaikan kepada rakyat arah perjalanan bangsa serta kinerja lembaga-lembaga negara.

"Saya mengapresiasi persiapan yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal MPR. Seluruh unsur pendukung bekerja dengan serius, sehingga agenda ini berjalan secara matang, tertib, dan khidmat," kata Fahira. Menurutnya, kelancaran Sidang Tahunan MPR RI tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama Sekretariat Jenderal MPR RI, DPR RI, dan DPD RI. Ketiga lembaga tersebut bersinergi dalam menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, mulai dari ruang persidangan, tata tempat, protokoler, sistem teknis, keamanan, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.

"Semua terlihat dipersiapkan secara serius. Untuk sebuah agenda kenegaraan sebesar Sidang Tahunan MPR, kesiapan seperti ini sangat penting agar substansi persidangan dapat berlangsung tanpa terganggu persoalan teknis," jelasnya.

Fahira juga memberikan apresiasi terhadap laporan kinerja Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang membahas hubungan Indonesia dengan Palestina. Ia menilai bahwa sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi serta bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah mengalami penjajahan. Oleh karena itu, dukungan kepada rakyat Palestina untuk hidup merdeka, berdaulat, dan bermartabat harus terus menjadi sikap konsisten Indonesia.

"Saya juga sependapat dengan pesan persatuan. Pesan tersebut semakin relevan ketika demokrasi kita semakin terbuka dan masyarakat memiliki ruang yang sangat luas untuk berbeda pendapat. Perbedaan politik adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai berubah menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan kebangsaan. Kita boleh keras dalam gagasan, tetapi harus tetap santun dalam penyampaian," urainya.

Secara keseluruhan, Fahira menilai pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani sangat kuat, menyejukkan, dan relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Menurutnya, pesan yang disampaikan tidak hanya berbicara mengenai persatuan dan Pancasila, tetapi juga tentang pentingnya demokrasi yang beradab, pemberantasan korupsi, pendidikan, pemenuhan gizi, ekonomi kerakyatan, pengelolaan sumber daya alam, kedaulatan bangsa, hingga perdamaian dunia.

"Yang paling penting bagi saya adalah benang merah pidatonya. Kemajuan Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan seperti ini sangat tepat untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling meniadakan, tetapi harus menjadi energi untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan semakin kuat," pungkasnya.