Jakarta - Gempa bumi berkekuatan M 7 yang mengguncang Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memicu peringatan tsunami. Warga di Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, segera berlari menuju bukit setelah menerima peringatan tersebut.
Respons Cepat Warga Selayar
Bupati Selayar, Muhammad Natsir Ali, menyatakan bahwa warga dari kedua kecamatan tersebut termasuk yang paling cepat dalam melakukan evakuasi. Hal ini disebabkan oleh pengalaman mereka menghadapi gempa dengan magnitudo 7,4 yang terjadi di NTT pada bulan Desember 2021, yang juga berdampak pada wilayah Selayar. "Saya sudah langsung Video Call dengan pemerintah kecamatan, masyarakat yang ada di Pasimarannu, Pasilambena, memang kan sempat ada kejadian di tahun 2021 kalau tidak salah itu, yang mengakibatkan trauma masyarakat," ungkap Natsir Ali saat dihubungi.
Kepanikan dan Kesadaran Masyarakat
Natsir Ali juga mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menghadapi gempa di Pasimarannu dan Pasilambena cukup baik. "Memang alhamdulillah kesadaran masyarakat menghadapi gempa di Pasimarannu, Pasilambena, alhamdulillah cepat, mereka langsung lari ke bukit," tambahnya. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Namun, ia mengakui bahwa kepanikan di kalangan warga tetap ada.
"Panik masyarakat, pasti, karena sama kejadian yang (gempa pada 2021) kemarin tapi alhamdulillah (dampaknya) tidak seperti yang kemarin, kemarin kan rusak parah rumahnya masyarakat, tanggul jalanan rusak," jelas Natsir Ali. Ia menambahkan, "Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada ji. Sempat saya tanya tidak ada rusak rumah sekolah apa, kami masih waspada."