BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Berita Terkini Sabtu, 15 Agt 2026 06:42 WIB

Gempa M 7 di NTT Memicu Peringatan Tsunami, Warga Selayar Segera Evakuasi

15 Agt 2026, 06:42 WIB 6x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
D
Doni Setiawan 6x dibaca · 2 menit baca
Warga Selayar mengevakuasi diri ke perbukitan akibat peringatan dini tsunami usai gempa M 7 mengguncang wilayah NTT. (Foto: Selayar)
Warga Selayar mengevakuasi diri ke perbukitan akibat peringatan dini tsunami usai gempa M 7 mengguncang wilayah NTT. (Foto: Selayar)

Jakarta - Gempa bumi berkekuatan M 7 yang mengguncang Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memicu peringatan tsunami. Warga di Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, segera berlari menuju bukit setelah menerima peringatan tersebut.

Respons Cepat Warga Selayar

Bupati Selayar, Muhammad Natsir Ali, menyatakan bahwa warga dari kedua kecamatan tersebut termasuk yang paling cepat dalam melakukan evakuasi. Hal ini disebabkan oleh pengalaman mereka menghadapi gempa dengan magnitudo 7,4 yang terjadi di NTT pada bulan Desember 2021, yang juga berdampak pada wilayah Selayar. "Saya sudah langsung Video Call dengan pemerintah kecamatan, masyarakat yang ada di Pasimarannu, Pasilambena, memang kan sempat ada kejadian di tahun 2021 kalau tidak salah itu, yang mengakibatkan trauma masyarakat," ungkap Natsir Ali saat dihubungi.

Kepanikan dan Kesadaran Masyarakat

Natsir Ali juga mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menghadapi gempa di Pasimarannu dan Pasilambena cukup baik. "Memang alhamdulillah kesadaran masyarakat menghadapi gempa di Pasimarannu, Pasilambena, alhamdulillah cepat, mereka langsung lari ke bukit," tambahnya. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Namun, ia mengakui bahwa kepanikan di kalangan warga tetap ada.

"Panik masyarakat, pasti, karena sama kejadian yang (gempa pada 2021) kemarin tapi alhamdulillah (dampaknya) tidak seperti yang kemarin, kemarin kan rusak parah rumahnya masyarakat, tanggul jalanan rusak," jelas Natsir Ali. Ia menambahkan, "Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada ji. Sempat saya tanya tidak ada rusak rumah sekolah apa, kami masih waspada."