BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 11:13 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 15 Agt 2026 06:43 WIB

Gubernur Bali Akan Evaluasi Sistem Keamanan Transportasi Laut Setelah Kebakaran KMP Putri Yasmin

15 Agt 2026, 06:43 WIB 34x dibaca 3 menit baca denpasar.kompas.com denpasar.kompas.com
N
Nadia Stevani Putri 34x dibaca · 3 menit baca
Gubernur Bali Wayan Koster. (KOMPAS.com/NI KETUT SUDIANI)
Gubernur Bali Wayan Koster. (KOMPAS.com/NI KETUT SUDIANI)

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengumumkan rencananya untuk memanggil Dinas Perhubungan serta operator angkutan guna mengevaluasi sistem keamanan transportasi laut setelah insiden kebakaran KMP Putri Yasmin yang terjadi di perairan Selat Lombok. Koster menekankan pentingnya evaluasi ini untuk memastikan keamanan layanan angkutan dan kualitas kapal yang digunakan oleh masyarakat.

"Saya akan kumpulkan Dinas Perhubungan dan operator serta pemilik fasilitas angkutan pribadi untuk menyiapkan sistem pengamanan yang baik," kata Koster dalam konferensi pers di Denpasar, pada Jumat sore, 14 Agustus 2026. Ia juga menambahkan bahwa kualitas kapal harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. "Kualitas kapal, sebaiknya supaya baik. Jangan sampai terulang lagi (ke depan)," ujarnya.

Pencarian Korban Masih Berlanjut

Di sisi lain, tim Search and Rescue (SAR) gabungan sedang memperluas area pencarian untuk menemukan korban kebakaran KMP Putri Yasmin. Operasi pencarian terpusat di Posko SAR yang berlokasi di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga Jumat sore, empat Warga Negara Indonesia (WNI) masih dalam pencarian, dua di antaranya berasal dari Denpasar, Bali.

Keempat korban yang masih dicari adalah Yasir Arafat (37) dari Mataram, Selvina Rambu Mayi (28) dari Sumba, serta I Made Sutarjana (55) dan Slamet Yulianto (41) yang keduanya merupakan warga Denpasar. Sebelumnya, jumlah korban yang belum ditemukan dilaporkan sebanyak lima orang, namun setelah pemeriksaan, satu orang yang terdaftar dalam daftar pencarian ternyata tidak berada di kapal saat kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa salah satu korban yang terdaftar adalah I Ratu Agung Ayu Sekar (21) dari Mataram. Ayu sebelumnya tercatat dalam manifes penumpang karena sempat membeli tiket untuk KMP Putri Yasmin, namun ia telah berangkat lebih awal menggunakan kapal lain pada 9 Agustus 2026. Keluarga Ayu telah mengonfirmasi bahwa ia kembali ke rumah dengan selamat.

Proses Pencarian yang Terkoordinasi

Hariyadi menyatakan bahwa pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore dan akan dilanjutkan pada Sabtu pagi. Ia memastikan bahwa semua unsur SAR dikerahkan secara maksimal dan bekerja secara terkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian. "Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, baik personel, alut (alat utama) laut maupun udara, dengan membagi sektor pencarian secara terarah. Sinergi lintas sektoral ini sangat krusial untuk mempercepat penemuan korban di tengah tantangan kondisi perairan," ujarnya.

Memasuki hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) laut dan udara ke beberapa sektor pencarian. KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas, dan KAL Lembar dikerahkan untuk menyisir perairan, sementara pencarian dari udara dilakukan menggunakan helikopter SGi Air Bali yang didukung oleh Finns Search And Rescue serta personel Kantor SAR Denpasar. Penyisiran udara dilakukan ke arah barat daya, selatan, dan timur dari lokasi kejadian.

Dalam perkembangan lain, terdapat perbedaan antara jumlah penumpang KMP Putri Yasmin yang terdaftar dalam manifes dan data yang ada di lapangan. Menurut informasi dari Lanal Denpasar, terdapat selisih 56 orang antara data penumpang dalam manifes dan jumlah penumpang yang sebenarnya berada di kapal. Mayor Laut (P) Kuntri Prihanto menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena nama penumpang, khususnya sopir truk, tercatat dalam manifes, sedangkan jumlah orang yang berada di dalam truk tidak seluruhnya dimasukkan dalam data penumpang.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Putri Yasmin tercatat sebanyak 212 orang, di mana 211 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia.