BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 11:50 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 16 Agt 2026 00:45 WIB

Gempa NTT: 15 Pasien dan 5 Bayi Dirawat di Tenda Darurat RSUD Ende

16 Agt 2026, 00:45 WIB 15x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
S
Sabrina Aulia Rahma 15x dibaca · 2 menit baca
Sejumlah pasien RSUD Ende menjalani perawatan dalam tenda darurat di area rumah sakit(Dok. Polres Ende)
Sejumlah pasien RSUD Ende menjalani perawatan dalam tenda darurat di area rumah sakit(Dok. Polres Ende)

ENDE, Nusa Tenggara Timur - Pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, sebanyak 15 pasien rawat inap dan lima bayi terpaksa dirawat di tenda darurat yang didirikan di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Kejadian ini menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang daerah tersebut pada pagi hari.

Evakuasi Pasien dan Penanganan Darurat

Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, menyatakan bahwa tenda darurat tersebut dibangun sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kerusakan bangunan akibat gempa susulan. "Tenda yang kita bangun di rumah sakit langsung difungsikan untuk mengevakuasi dan menampung lima bayi serta 15 pasien rawat inap," ungkap Yudhi. Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan tenda pengungsian di Lapangan Polres Ende untuk masyarakat yang merasa tidak aman berada di dalam rumah mereka.

Yudhi menambahkan bahwa penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait lainnya. “Semua pihak terkait telah bergerak cepat dan menyiagakan langkah-langkah mitigasi bencana,” jelasnya. Sejumlah posko tanggap darurat juga telah didirikan di lokasi strategis, seperti kompleks rumah sakit, Kantor BPBD, dan Mapolres Ende, untuk mendukung proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Detail Gempa dan Penyebabnya

Gempa yang terjadi di NTT pada pagi hari itu berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer dan berlokasi 30 kilometer arah timur laut. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa sumber gempa tersebut terkait dengan aktivitas sesar aktif di bagian utara Pulau Flores. Arief juga menambahkan bahwa aktivitas sesar yang sama pernah menyebabkan gempa pada tahun 1992. "Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief.

Dengan adanya gempa ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.