Bogor - Sebuah video yang viral menunjukkan seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dengan wajah yang terluka di Cileungsi, Bogor. Korban yang terlihat dalam video tersebut dinyatakan sebagai korban pengeroyokan. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, pelajar itu masih mengenakan seragam sekolah dan duduk di tepi jalan, sementara seorang warga mendekatinya. Wajahnya terlihat penuh luka dan lebam. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Kamis (13/8/2026) di Pasir Angin, Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Namun, setelah ditelusuri, ternyata insiden tersebut bukanlah pengeroyokan. "Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa kejadian tersebut bukan merupakan pengeroyokan seperti informasi yang sebelumnya beredar di media sosial," ungkap Kompol Edison saat dihubungi pada Jumat (14/8).
Kronologi Kejadian
Korban diketahui ditakuti oleh sekelompok pelajar lain. Ia dipepet saat mengendarai sepeda motor hingga terjatuh, yang menyebabkan wajahnya mengalami luka. "Korban diduga sengaja ditakut-takuti oleh sekelompok pelajar yang kemudian memepet sepeda motor korban saat berada di jalan," jelasnya.
Lebih lanjut, Kompol Edison menjelaskan, "Dalam kejadian tersebut, korban diduga ditendang hingga kehilangan keseimbangan dan tersungkur. Akibatnya, korban mengalami luka goresan cukup serius pada bagian wajah dan kaki." Setelah kejadian, polisi bergerak cepat dengan mengamankan sekitar 20 anak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Para orang tua dari pihak korban dan anak-anak yang diamankan juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelesaian lebih lanjut.
Penyebab dan Tindakan Lanjutan
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa insiden ini dipicu oleh perselisihan antar sekolah yang telah berlangsung lama. Para pelajar diduga sengaja memepet korban karena perbedaan sekolah dan adanya permusuhan antarsekolah. Dalam pemeriksaan yang disaksikan oleh orang tua, beberapa anak yang diamankan juga mengaku telah mengonsumsi minuman keras.
Pihak keluarga korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini ke polisi dan ingin menyelesaikannya melalui mediasi secara kekeluargaan. Kompol Edison mengingatkan agar para pelajar tidak terlibat dalam tindakan kekerasan, tawuran, atau perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ia juga mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, termasuk aktivitas dan lingkungan pertemanan.
"Perbedaan sekolah maupun perselisihan antarpelajar tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan di jalan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi saling menakut-nakuti antarpelajar dapat berujung pada korban luka dan persoalan hukum," tutupnya.