BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:38 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 15 Agt 2026 09:43 WIB

Pemerintah Kota Ambon Larang Pembakaran Lahan untuk Cegah Kebakaran Akibat El Nino

15 Agt 2026, 09:43 WIB 4x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
S
Sabrina Aulia Rahma 4x dibaca · 2 menit baca
#---Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena saat mengunjungi lokasi longsor di Gadihu Kelurahan Batumerah Kecamatan Sirimau--#(Kompas.com/Priska Birahy)
#---Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena saat mengunjungi lokasi longsor di Gadihu Kelurahan Batumerah Kecamatan Sirimau--#(Kompas.com/Priska Birahy)

AMBON – Dalam upaya mengantisipasi dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca panas dan musim kemarau, Pemerintah Kota Ambon, Maluku, mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, meminta agar masyarakat, terutama para petani, menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar selama periode cuaca kering ini.

Wattimena menjelaskan bahwa tindakan pembakaran lahan dapat berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar. “Kami coba berupaya untuk meminimalisasi itu dengan misalnya bagi para petani yang ingin membuka lahan baru ya mohon tidak dilakukan pembakaran pada saat cuaca panas seperti ini,” ungkapnya di Ambon.

Risiko Kebakaran yang Meningkat

Pembakaran lahan saat musim kemarau dapat memperluas area kebakaran, terutama di daerah yang jauh dari sumber air atau yang memiliki akses terbatas terhadap air bersih. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Ambon juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan kelurahan.

“Memang pemerintah kota sudah mengambil langkah-langkah seperti berkoordinasi dengan jajaran pemerintah di bawah seperti negeri desa kelurahan jika ada yang membutuhkan kami siap untuk menyalurkan air bersih. Juga untuk pemadam kebakaran dan semua pihak yang terkait kami minta untuk siaga jika terjadi kebakaran hutan,” tegas Wattimena.

Langkah Antisipasi dari BPBD

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, menyatakan bahwa dampak dari El Nino di Indonesia termasuk kekeringan ekstrem, krisis air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. BPBD juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak tersebut.

“Kami BPBD menyiapkan mobil tangki untuk menyuplai air di daerah krisis. Selain itu bekerja sama dengan dinas kehutanan provinsi untuk antisipasi kebakaran hutan,” jelasnya. Selain menyiapkan pasokan air bersih, BPBD Kota Ambon juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap potensi kebakaran hutan di beberapa kawasan pegunungan.

BPBD juga mengadakan rapat dengan pemangku kepentingan untuk merencanakan langkah-langkah pencegahan bencana akibat cuaca panas yang berkepanjangan.