Ekonomi

Donald Trump Cabut Tarif Whisky Skotlandia Setelah Kunjungan Raja Charles III

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghapus tarif terhadap Scotch Whisky setelah kunjungan resmi Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Gedung Putih, sebagai langkah untuk memperbaiki hubungan per...

T
Taufik Pranata
02 May 2026 5 pembaca
Donald Trump Cabut Tarif Whisky Skotlandia Setelah Kunjungan Raja Charles III
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara di Raymond F. Kravis Center for the Performing Arts di West Palm Beach, Florida, Jumat, 1 Mei 2026. (AP Photo/Matt Rourke)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pencabutan tarif dan pembatasan yang dikenakan terhadap Scotch Whisky, menyusul kunjungan kenegaraan Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Gedung Putih. Tindakan ini dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dagang transatlantik yang sebelumnya mengalami ketegangan.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Raja dan Ratu Inggris. “Sebagai penghormatan kepada Raja dan Ratu Inggris... saya akan menghapus tarif dan pembatasan terhadap whisky terkait kerja sama antara Skotlandia dan Kentucky dalam industri whisky dan bourbon,” tulisnya yang dikutip dari CNBC.

Perbaikan Hubungan Dagang

Trump juga menambahkan bahwa hubungan perdagangan antara Skotlandia dan Kentucky telah berlangsung lama, terutama dalam penggunaan barel kayu untuk produksi minuman. “Raja dan Ratu membuat saya melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain, bahkan tanpa benar-benar meminta!” ujarnya.

Presiden AS tersebut kemudian menegaskan kepada wartawan bahwa semua pembatasan telah dihapus agar Skotlandia dan Kentucky dapat kembali menjalin perdagangan yang lebih baik. Pemerintah Inggris juga mengonfirmasi bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh tarif whisky, termasuk whiskey Irlandia. Sebelumnya, kesepakatan dagang antara AS dan Inggris menetapkan tarif umum sebesar 10% untuk barang impor, yang berdampak pada ekspor whisky.

Dampak Positif bagi Industri Whisky

Industri whisky Skotlandia merupakan sektor yang vital, dengan sekitar 40.000 tenaga kerja dan kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional. Asosiasi Scotch Whisky sebelumnya memperkirakan bahwa tarif tersebut menyebabkan kerugian hingga 4 juta poundsterling per minggu.

Menteri Pertama Skotlandia, John Swinney, menyambut baik keputusan ini. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas keputusannya mencabut tarif. Skotlandia juga berterima kasih kepada Yang Mulia Raja atas peran pentingnya,” ujarnya. CEO Scotch Whisky Association, Mark Kent, juga menilai kebijakan ini sebagai angin segar bagi industri. “Para produsen bisa bernapas lega di tengah tekanan besar yang dihadapi sektor ini,” katanya.

Kunjungan Raja Charles ke AS selama empat hari juga dianggap berhasil dalam memperkuat hubungan “special relationship” antara kedua negara. Pihak Istana Buckingham menyampaikan apresiasi atas langkah Trump yang dipandang akan memberikan dampak signifikan terhadap industri whisky dan mata pencaharian yang bergantung padanya.

Artikel Terkait