SIDOARJO - Sebanyak 58 biksu yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara melaksanakan perjalanan spiritual dengan berjalan kaki sejauh 666 kilometer dari Bali menuju Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Rombongan yang membawa misi untuk mempromosikan perdamaian dunia ini telah tiba di Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan yang dinamakan Indonesia Walk for Peace 2026 ini melibatkan peserta dari Thailand, Malaysia, Laos, Singapura, dan Indonesia.
Tujuan dari aksi ini adalah untuk menyambut Hari Raya Waisak serta mengkampanyekan nilai-nilai toleransi antarumat beragama kepada masyarakat. Koordinator perjalanan, Romo Wawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif sukarela yang tidak terikat pada organisasi tertentu. Para peserta berfokus pada penyebaran pesan toleransi dan perdamaian dunia.
Pesan Toleransi dan Perdamaian
“Setiap langkah yang dilakukan para biksu adalah bentuk kontribusi untuk menciptakan damai bagi keluarga, bangsa, dan dunia,” ungkap Romo Wawan saat rombongan singgah di Masjid Besar Al-Hidayah, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (14/05/2026). Rute perjalanan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana perjalanan dimulai dari Thailand. Kali ini, para biksu memulai perjalanan dari Vihara Brahmavihara Arama yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (9/5/2026).
Tantangan di Jawa Timur
Romo Wawan juga menyebutkan bahwa tantangan fisik terbesar yang dihadapi selama perjalanan di Jawa Timur adalah suhu udara yang ekstrem, mencapai 40 derajat Celsius. Untuk menjaga kesehatan para biksu, langkah-langkah antisipasi telah disiapkan. “Kami siapkan handuk kecil berisi es untuk menjaga suhu tubuh peserta, selain itu ada bantuan tim pemadam kebakaran di titik-titik tertentu untuk membantu pendinginan suhu sekitar,” jelasnya.
Salah satu peserta dari Negeri Kedah, Malaysia, Biksu Jek, yang tiba di Indonesia pada 7 Mei lalu, mengungkapkan bahwa ia sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia yang ia temui sepanjang perjalanan. Menurutnya, dukungan moral dari warga menjadi penyemangat utama bagi para biksu di tengah cuaca panas yang menyengat. “Sangat menyenangkan berjalan di Indonesia. Walaupun cuaca cukup panas, itu tidak menjadi halangan. Masyarakat di sini sangat ramah, sering menyapa dan menyambut kami dengan baik,” kata Biksu Jek.
Setelah melewati Sidoarjo dan Surabaya, rombongan biksu akan melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Jawa Tengah dengan target jarak tempuh antara 30 hingga 40 kilometer per hari. Mereka dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026, tepat sebelum puncak perayaan Waisak dimulai.