Ekonomi

Pergerakan Harga Emas Pegadaian pada 9 Mei 2026: Antam Mengalami Penurunan

Harga emas di Pegadaian pada 9 Mei 2026 menunjukkan variasi, dengan Antam mengalami penurunan, sementara UBS dan Galeri24 tetap stabil.

B
Bima Mandala Sakti
09 May 2026 8 pembaca
Pergerakan Harga Emas Pegadaian pada 9 Mei 2026: Antam Mengalami Penurunan
Harga emas buatan UBS, Galeri24 dan Antam di Pegadaian pada Sabtu, (9/5/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada Sabtu, 9 Mei 2026, harga emas yang diproduksi oleh UBS, Galeri24, dan Antam di Pegadaian menunjukkan perubahan yang bervariasi. Informasi ini tercatat pada pukul 08.31 WIB, di mana harga emas UBS dan Galeri24 tetap stagnan, masing-masing berada di Rp 2.892.000 dan Rp 2.833.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 1.000, menjadi Rp 2.953.000 per gram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 2.954.000.

Pada hari sebelumnya, yaitu Jumat, 8 Mei 2026, harga jual emas untuk ketiga produk tersebut tercatat sebagai berikut: UBS di Rp 2.892.000, Antam di Rp 2.954.000, dan Galeri24 di Rp 2.833.000 per gram. Untuk Galeri24, produk tersedia dengan variasi kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sedangkan emas UBS dijual dalam kuantitas 0,5 gram sampai 500 gram. Di sisi lain, harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya terdaftar untuk kuantitas antara 0,5 hingga 100 gram.

Harga Emas Global Meningkat

Di tengah pergerakan harga emas domestik, harga emas dunia juga mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh laporan yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari yang diperkirakan. Kenaikan harga emas global ini juga didorong oleh optimisme terkait potensi penyelesaian konflik di Iran, yang membantu meredakan kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga yang tinggi.

Berdasarkan data dari CNBC, harga emas spot meningkat sebesar 0,8% menjadi USD 4.723,28 per ounce, dengan harga emas batangan naik 2,4% selama pekan ini. Selain itu, harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Juni juga naik 0,5% menjadi USD 4.733. Data menunjukkan bahwa lapangan kerja di AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,3%, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja.

Analisis Pasar dan Permintaan Emas

Harga perak spot juga mengalami kenaikan sebesar 3,1% menjadi USD 80,88 per ounce, sedangkan platinum naik 0,2% menjadi USD 2.026,80, keduanya menunjukkan tren kenaikan mingguan. Namun, harga palladium mengalami penurunan sebesar 0,3% menjadi USD 1.476,18, meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan hampir 3% untuk pekan ini.

David Meger, Direktur High Ridge Futures, menyatakan bahwa secara tradisional, angka pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan biasanya akan memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan pada harga emas. Namun, hari ini tidak terlihat hal tersebut. Dia menambahkan bahwa saat ini emas diperdagangkan lebih sebagai aset berisiko dibandingkan aset safe haven. Rebound harga emas terkait dengan prospek de-eskalasi di Iran, dan penurunan harga energi meningkatkan harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve di masa mendatang.

Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset aman dalam situasi ketidakpastian global, saat ini menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil. Menurut alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini sekitar 14%, turun dari 22% pada hari Kamis.

Sementara itu, meskipun terjadi ketegangan antara pasukan AS dan Iran di Teluk Persia, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku. Permintaan emas di India juga mengalami penurunan minggu ini, karena kenaikan harga membuat calon pembeli menunda pembelian, sedangkan premi emas di China tetap stabil karena permintaan sebagai aset aman.

Artikel Terkait