Swiss dijadwalkan bertemu Aljazair pada hari Jumat, 3 Juli 2026, pukul 10.00 WIB di BC Place Vancouver, dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026. La Nati berhasil lolos ke fase ini sebagai juara Grup B, sementara Les Fennecs melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup J.
Sepanjang fase grup, Swiss menunjukkan performa yang mengesankan dengan mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Di bawah asuhan Murat Yakin, mereka menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Kanada, meskipun sempat mengalami tekanan di akhir laga. Selama fase grup, La Nati berhasil mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan tiga kali, menunjukkan peningkatan dibandingkan Piala Dunia 2022, di mana mereka mencetak empat gol dengan jumlah kebobolan yang sama.
Peluang Swiss Melangkah Jauh
Jika berhasil mengalahkan Aljazair, Swiss akan mencatatkan keberhasilan melaju ke babak 16 besar untuk empat edisi Piala Dunia berturut-turut. Konsistensi ini menjadi bukti perkembangan tim yang sulit dikalahkan di turnamen besar. Pemenang dari pertandingan ini akan berhadapan dengan Kolombia atau Ghana di babak 16 besar, memberikan peluang bagi Swiss untuk melanjutkan perjalanan mereka, terutama mengingat mereka baru akan menghadapi tim peringkat 10 besar FIFA jika mencapai perempat final.
Kepercayaan diri La Nati semakin kuat dengan catatan sembilan pertandingan kompetitif tanpa kekalahan, di mana mereka meraih enam kemenangan. Satu-satunya kekalahan dalam sepuluh laga kompetitif terakhir mereka terjadi saat melawan juara Euro 2024, Spanyol, di UEFA Nations League pada November 2024. Selain itu, lini pertahanan Swiss menunjukkan performa solid, hanya kebobolan lebih dari satu gol sekali dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, menjadikan organisasi pertahanan mereka sebagai salah satu kekuatan utama menjelang fase gugur.
Aljazair Berusaha Kembali ke Jalur Kemenangan
Di sisi lain, Aljazair memastikan tempat di babak 32 besar setelah meraih hasil imbang dramatis 3-3 melawan Austria dalam laga terakhir Grup J. Hasil tersebut cukup untuk membawa Les Fennecs melaju bersama Austria ke fase gugur. Pertandingan ini mengingatkan banyak pihak pada insiden kontroversial di Piala Dunia 1982 yang dikenal sebagai "Disgrace of Gijon", di mana hasil pertandingan Austria dan Jerman Barat membuat Aljazair tersingkir karena selisih gol.
Les Fennecs kini berhasil menembus fase gugur Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, setelah sebelumnya mencapai babak 16 besar pada edisi 2014 sebelum disingkirkan oleh Jerman yang kemudian menjadi juara. Pelatih Vladimir Petkovic membawa catatan positif dengan hanya satu kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir. Kemenangan atas Swiss akan menjadi yang kelima dalam delapan pertandingan yang dilakoni bersama Aljazair.
Rekor pertemuan antara kedua tim belum berpihak pada Aljazair, yang kalah dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Swiss, yaitu 2-1 pada tahun 1983 dan 2-0 pada tahun 1986, keduanya dalam laga persahabatan. Menjelang pertandingan ini, Swiss hanya menghadapi satu masalah kebugaran, yaitu Silvan Widmer yang mengalami cedera pinggul dan absen dalam sesi latihan, meskipun peluangnya untuk bermain belum sepenuhnya tertutup. Luca Jaquez mungkin akan mengisi posisi bek kanan jika Widmer belum pulih, sementara Nico Elvedi dan Manuel Akanji diperkirakan akan tetap menjadi duet bek tengah, dengan Granit Xhaka hampir pasti memimpin lini tengah bersama Johan Manzambi di belakang Breel Embolo.
Di kubu Aljazair, Mohamed El Amine Amoura masih diragukan tampil karena cedera yang belum sepenuhnya pulih. Jika tidak bisa bermain sejak awal, Riyad Mahrez, Ibrahim Maza, Fares Chaibi, dan Amine Gouiri diprediksi akan mengisi lini depan. Nabil Bentaleb juga berpeluang mencatatkan penampilan ke-64 bersama tim nasional, di mana gelandang berpengalaman ini diperkirakan akan mengawal lini tengah di depan duet bek Aissa Mandi dan Ramy Bensebaini untuk meredam serangan Swiss.