Ekonomi

Perusahaan Berkontribusi dalam Pembiayaan Uang Saku Peserta Magang Nasional

Program Magang Nasional Tahap II akan melibatkan perusahaan dalam menanggung sebagian uang saku peserta. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan dalam sebuah pernyataan.

S
Sabrina Aulia Rahma
09 May 2026 8 pembaca
Perusahaan Berkontribusi dalam Pembiayaan Uang Saku Peserta Magang Nasional
Usai sukses melaksanakan program pemagangan nasional di tahun 2025, pemerintah berencana melanjutkan program pemagangan nasional pada 2026. Kuota yang disiapkan minimal 100.000 peserta. (Dok. Kemnaker)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengungkapkan bahwa perusahaan akan berpartisipasi dalam menanggung sebagian dari uang saku yang diberikan kepada peserta program Magang Nasional Tahap II. Program ini direncanakan untuk dibuka bagi 150.000 peserta.

Afriansyah menjelaskan bahwa meskipun ada skema baru yang akan diterapkan, pemerintah masih akan menanggung sebagian besar uang saku. "Masih (ditanggung APBN) dan mungkin ada formulasi yang sistemnya berbagi, bisa 70:30, ya kan," ujarnya saat ditemui di Plaza BPJamsostek, Jakarta, pada Jumat (8/5/2026).

Keberatan Perusahaan terhadap Skema Baru

Walaupun ada pembagian tanggung jawab dalam uang saku, Afriansyah meyakini bahwa perusahaan tidak akan keberatan dengan skema tersebut. "Saya rasa enggak, terbantulah mereka," katanya. Saat ini, belum ada rencana untuk menjadikan perusahaan sebagai penanggung penuh uang saku peserta magang.

Dia menambahkan bahwa Program Magang Nasional Tahap II akan segera dibuka, dan saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai tanggung jawab perusahaan dalam hal uang saku. "Yang jelas, magang nasional sudah terlaksana sampai dengan bulan Mei sekarang, dan mungkin akan dibuka tahap dua untuk 150.000 orang," jelasnya.

Kaji Kontribusi Perusahaan dalam Program Magang

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji kontribusi yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada peserta Magang Nasional, termasuk dalam hal pembagian uang saku. Uang saku yang diterima peserta saat ini berasal dari dana kas negara, dan ada kemungkinan perusahaan akan memberikan sebagian dari uang saku tersebut.

"Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan walaupun ya tentu tidak dominan dan ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan," ungkap Yassierli dalam acara Penutupan Magang Nasional Batch I, pada Jumat (24/4/2026).

Yassierli juga mengakui bahwa beberapa perusahaan telah memberikan pekerjaan secara intensif kepada peserta magang, yang terlihat dari peningkatan progres harian dan mingguan yang cukup baik. Dia menekankan pentingnya kontribusi perusahaan dalam memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta setelah periode magang selesai.

"Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya," pintanya.

Lebih lanjut, Yassierli berharap program Magang Nasional dapat memberikan kesempatan bagi putra daerah untuk berkontribusi di wilayah mereka masing-masing. Dia ingin program ini tidak hanya terfokus di Pulau Jawa, tetapi juga merata di berbagai daerah. "Kita sudah harus mulai menjadikan program magang hub ini merata sebarannya sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah-daerah mereka masing-masing," ujarnya saat menutup Magang Nasional Batch I.

Artikel Terkait