Victor Montagliani mulai mendapatkan perhatian sebagai calon presiden FIFA yang potensial untuk menggantikan Gianni Infantino. Nama presiden CONCACAF ini semakin menguat setelah kritik yang meluas terhadap Infantino, terutama terkait gagalnya rencana FIFA untuk membuka investasi swasta pada hak komersial Piala Dunia.
Penolakan terhadap proposal tersebut datang dari tiga konfederasi besar, yaitu UEFA, CONCACAF, dan AFC. Dukungan dari ketiga konfederasi ini menunjukkan berkurangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino, yang kini berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri dan mungkin menghadapi mosi tidak percaya.
Peluang Montagliani dalam Pemilihan
Jurnalis Ben Jacobs menyatakan bahwa Montagliani memiliki peluang besar untuk mendapatkan dukungan yang luas jika ia memutuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA. "Victor Montagliani akan mendapat dukungan besar dari UEFA jika mencalonkan diri. Sejumlah sumber meyakini pria asal Kanada itu tertarik karena bisa memulai dengan sekitar 96 suara gabungan dari CONCACAF dan UEFA apabila kedua konfederasi bersatu," jelas Jacobs. "UEFA juga menginginkan seluruh bentuk dukungan tertulis kepada Infantino dicabut."
Harapan Tokoh Sepak Bola Eropa
Di tengah kemunculan nama Montagliani, beberapa tokoh sepak bola Eropa berharap presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, juga ikut bersaing dalam pemilihan. Namun, melalui juru bicaranya, Al-Khelaifi menegaskan bahwa ia tidak memiliki ambisi untuk menjadi presiden FIFA.
Walaupun Gianni Infantino berhasil bertahan dari kemungkinan mosi tidak percaya, ia tetap harus memenangkan pemilihan ulang untuk memastikan masa jabatan keempatnya sebagai presiden FIFA pada Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.