Ekonomi

Wapres Gibran Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Keuangan di Tengah Ancaman Trade Misinvoicing

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya kedaulatan keuangan Indonesia, terutama terkait isu trade misinvoicing yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

I
Ilham Saputra
12 April 2026 12 pembaca
Wapres Gibran Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Keuangan di Tengah Ancaman Trade Misinvoicing
Sumber gambar: liputan6.com

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini menyoroti isu penting yang berkaitan dengan kedaulatan keuangan Indonesia. Dalam sebuah pernyataan resmi, beliau menekankan bahwa praktik trade misinvoicing menjadi salah satu ancaman serius yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang berlangsung di Jakarta, pada tanggal 5 November 2023.

Menegaskan Ancaman Trade Misinvoicing

Dalam diskusinya, Gibran menjelaskan bahwa trade misinvoicing merujuk pada praktik manipulasi laporan transaksi perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini seringkali digunakan untuk menghindari pajak atau meraup keuntungan yang tidak seharusnya. Dengan adanya praktik semacam ini, negara dapat kehilangan pendapatan yang seharusnya diterima, yang akan berujung pada penurunan daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional.

“Trade misinvoicing ini sangat berbahaya bagi kedaulatan keuangan kita. Kita harus bersama-sama mengatasi permasalahan ini agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan oleh kewajiban pajak yang tidak terpenuhi,” kata Gibran. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap semua transaksi perdagangan yang terjadi, baik yang bersifat domestik maupun internasional.

Pentingnya Kerja Sama Internasional

Wapres Gibran juga menegaskan bahwa menangani trade misinvoicing bukan hanya tanggung jawab pemerintah Indonesia, tetapi juga memerlukan kerja sama internasional. “Kita perlu berkolaborasi dengan negara-negara lain dan organisasi internasional untuk menciptakan sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan,” ujarnya. Hal ini penting agar Indonesia tidak menjadi tempat yang rawan bagi praktik-praktik yang merugikan perekonomian.

Beliau menambahkan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha mengenai dampak negatif trade misinvoicing juga sangat diperlukan. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta menjaga integritas dalam transaksi bisnis.

Gibran akhirnya menutup pernyataannya dengan berharap agar semua pihak dapat bersatu dalam memerangi trade misinvoicing. “Kita harus menjaga kedaulatan keuangan Indonesia agar perekonomian kita tetap kuat dan stabil,” pungkasnya. Pernyataan ini diharapkan dapat memicu langkah-langkah konkret dalam penanganan masalah ini di berbagai sektor.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait