Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengajak negara-negara di Asia untuk membangun industri yang lebih berkelanjutan dan berbasis kemitraan yang adil. Dalam keterangannya pada Rabu (20/5/2026), AHY menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pengembangan industri masa depan.
Posisi Strategis Indonesia dalam Energi Hijau
Dalam pembukaan forum Ecosperity Week 2026 yang berlangsung di Singapura, AHY berbicara di hadapan para pemimpin bisnis global, investor, diplomat, dan pejabat internasional. Ia menyoroti peran strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi hijau, berkat cadangan nikel, potensi energi panas bumi, serta pengembangan industri kendaraan listrik. AHY menjelaskan bahwa hilirisasi industri yang dilakukan Indonesia bukan hanya sekadar kebijakan ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan nasional dan membangun masa depan yang lebih bersih dalam hal energi.
“Negara yang memiliki material penting masa depan tidak boleh terus menjadi pemasok pasif dalam rantai pasok pihak lain,” ungkapnya. AHY juga menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk menjalin kerja sama global berdasarkan prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
Peluang Energi Bersih di Asia
“Kami siap bekerja sama dengan mitra dari Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga Global South, dengan prinsip manfaat bersama dan penghormatan terhadap standar yang baik,” tambah AHY. Ia juga menekankan potensi besar energi panas bumi Indonesia sebagai sumber energi bersih yang dapat mendukung industri nikel dan pusat data digital di kawasan.
“Indonesia bisa menjadi bagian penting dari masa depan energi bersih di kawasan Asia,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Teo Chee Hean, Chairman Temasek, juga menambahkan bahwa Asia memiliki kesempatan besar untuk membangun sistem ekonomi hijau baru yang menghubungkan sumber daya, teknologi, manufaktur, dan pasar regional. Menurutnya, kekuatan Asia terletak pada kemampuannya untuk membangun kolaborasi lintas negara demi menciptakan pertumbuhan yang lebih resilien dan berkelanjutan.
AHY hadir dalam forum tersebut didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Ronny Hutahayan, serta Staf Khusus Menteri, Sigit Raditya dan Herzaky Mahendra Putra.