BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Selasa, 28 Jul 2026 16:39 WIB

Atletico Madrid Menolak Permintaan Julian Alvarez untuk Pertemuan

28 Jul 2026, 16:39 WIB 58x dibaca 2 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
B
Bagas Prakoso 58x dibaca · 2 menit baca
Julian Alvarez
Julian Alvarez

Atletico Madrid diberitakan telah menolak permintaan dari striker utama mereka, Julian Alvarez, untuk melakukan pertemuan dalam waktu dekat. Pemain asal Argentina ini secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan Metropolitano pada musim panas ini.

Sejak awal bursa transfer musim panas, Atletico Madrid dan Barcelona terlibat dalam saga transfer Alvarez. Sang striker tidak menyembunyikan niatnya untuk berpindah klub, dengan Barcelona dikabarkan menjadi tujuan impiannya. Meskipun demikian, Atletico tetap pada keputusan mereka untuk tidak menerima tawaran dari Barcelona, menegaskan bahwa Alvarez tidak akan dijual.

Permintaan Pertemuan yang Ditolak

Kabar terbaru yang dilaporkan oleh Gerard Romero dari Jijantes FC menyebutkan bahwa Alvarez telah meminta untuk bertemu dengan jajaran direktur Atletico di Madrid. Namun, ia diinformasikan bahwa tidak akan ada pembicaraan langsung, dan klub berharap untuk bertemu dengannya saat ia kembali pada 10 Agustus. Atletico lebih memilih agar Alvarez melapor untuk pramusim bersama pemain lain yang kembali setelah Piala Dunia, ketimbang membuka negosiasi selama masa liburan pemain.

Implikasi dari Penolakan Atletico

Permintaan Alvarez untuk bertemu memiliki arti penting bagi Barcelona, karena menunjukkan bahwa ia ingin mendapatkan kejelasan mengenai posisinya dan berusaha untuk memaksa kepindahannya ke klub Catalan pada musim panas ini. Penolakan Atletico untuk berdiskusi adalah sinyal jelas bahwa mereka menyadari niat Alvarez dan ingin memastikan bahwa mereka tetap memegang kendali atas situasi ini. Tanggal 10 Agustus bisa menjadi momen penting dalam saga transfer ini; jika Julian tidak hadir untuk latihan pada hari itu, maka Atletico mungkin harus mengambil keputusan yang signifikan.