BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:45 WIB
Berita Terkini Rabu, 24 Jun 2026 16:48 WIB

Bima Arya Sampaikan Tiga Pilar Utama dalam Kepemimpinan kepada Praja IPDN Papua

24 Jun 2026, 16:48 WIB 15x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
S
Sabrina Aulia Rahma 15x dibaca · 2 menit baca
Foto: Kemendagri
Foto: Kemendagri

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa setiap individu yang bercita-cita menjadi pemimpin daerah atau birokrat perlu memiliki tiga fondasi utama dalam kepemimpinan. Tiga aspek tersebut adalah ideologi, strategi, dan taktik, yang dianggap sangat penting agar pemimpin dapat membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kepentingan masyarakat.

Bima menyampaikan hal ini dalam sebuah acara Bedah Buku Babad Alas yang berlangsung di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua, Jayapura, pada Senin, 22 Juni 2026. Ia menekankan bahwa keputusan yang diambil oleh pemimpin tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas atau kepentingan sesaat.

Pentingnya Ideologi dalam Kebijakan

Menurut Bima, ideologi berfungsi sebagai kompas yang menentukan arah kebijakan. Namun, nilai-nilai tersebut harus diterjemahkan melalui strategi yang tepat agar dapat diwujudkan dalam program-program yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia memberikan contoh keberhasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor yang meningkat dari Rp 544 miliar menjadi Rp 1,45 triliun pada tahun 2024, mencatat kenaikan sebesar 167,9 persen.

Selain itu, berbagai program pembangunan juga berhasil dilaksanakan, termasuk revitalisasi taman kota seluas 15 hektar dan pembangunan jalur pejalan kaki sepanjang 300 kilometer untuk meningkatkan kualitas ruang publik.

Taktik dan Eksekusi yang Efektif

Bima juga menekankan pentingnya taktik dan kemampuan dalam pelaksanaan. Ia berpendapat bahwa pemimpin perlu memahami langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan terjun langsung ke lapangan. "Pemimpin itu harus terampil untuk lapangan, makanya pesan saya adalah masalah itu di lapangan bukan di belakang meja," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kesempatan untuk memimpin adalah amanah yang berharga dan tidak akan berlangsung selamanya. Oleh karena itu, setiap calon pemimpin perlu mempersiapkan diri sejak awal agar dapat memanfaatkan masa pengabdian mereka dengan sebaik-baiknya ketika diberikan kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis.

"Ketika kalian ada di satu posisi, maka manfaatkanlah waktu yang sangat berharga itu untuk membuat kehidupan lebih baik," tambah Bima.