BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Jumat, 31 Jul 2026 01:53 WIB

Claudio Ranieri Memulai Misi Menghidupkan Kembali Cinta Sepak Bola Italia

31 Jul 2026, 01:53 WIB 59x dibaca 2 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
D
Doni Setiawan 59x dibaca · 2 menit baca
Claudio Ranieri
Claudio Ranieri

Claudio Ranieri, yang baru saja diangkat sebagai Presiden dan Direktur Teknis Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), memulai tugasnya dengan misi besar untuk mengembalikan gairah masyarakat terhadap sepak bola Italia. Pria berusia 74 tahun ini mengungkapkan rasa terkejutnya saat menerima tawaran dari Presiden FIGC, Giovanni Malagò, namun menganggapnya sebagai puncak dari karirnya.

Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh berbagai media, Ranieri menekankan dua fokus utama dalam tugas barunya. Pertama, ia ingin mengembalikan cinta publik terhadap tim nasional, dan kedua, memastikan bahwa generasi muda dapat menyaksikan Italia berkompetisi di Piala Dunia.

Momen Puncak Karir

“Ini adalah momen puncak karier dan saya tidak percaya ketika menerima telepon dari Giovanni Malagò. Saya sedang di pantai, seperti yang Anda lihat dari kulit saya yang kecokelatan,” ungkap Ranieri. Ia menyadari tantangan yang ada di depan, namun percaya bahwa pengalaman yang dimilikinya sebagai pelatih akan membantunya menghadapi berbagai kesulitan.

“Saya tahu ini akan menjadi situasi yang sulit, tetapi karier saya sebagai pelatih telah membuktikan kemampuan saya dalam menghadapi kesulitan. Saya tidak pernah ragu,” tegasnya.

Fokus pada Generasi Muda

Ranieri menambahkan, “Ada dua hal penting. Pertama, membuat orang kembali jatuh cinta pada sepak bola. Kedua, agar anak-anak seperti cucu saya yang berusia 12 tahun dapat menonton Italia di Piala Dunia, sesuatu yang belum pernah ia lakukan.”

Ia juga mencatat bahwa banyak anak-anak yang menghabiskan uang untuk sekolah sepak bola, dan banyak keluarga yang tidak mampu untuk membiayainya. “Saya berada di Cagliari dan seseorang mengatakan kepada saya bahwa anak-anak menghabiskan terlalu banyak uang untuk bersekolah di sekolah sepak bola, banyak keluarga yang tidak mampu membiayainya. Itu tidak mungkin,” ujarnya.

Ranieri berkomitmen untuk mencari solusi atas masalah ini, mengingat banyaknya permainan dan olahraga lain yang menarik perhatian anak-anak saat ini. “Saya harus melihat bagaimana semua ini berjalan dan mencari cara untuk menyelesaikannya, karena di dunia di mana anak-anak tertarik pada begitu banyak permainan dan olahraga lain, kita harus membuat mereka mencintai sepak bola lagi,” tutupnya.