BREAKING Selasa, 18 Agt 2026 11:23 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Selasa, 18 Agt 2026 09:54 WIB

Durasi Jalan Kaki yang Efektif untuk Mengurangi Lemak Perut

18 Agt 2026, 09:54 WIB 6x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Reyhan Arifin 6x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Studi terbaru menemukan durasi jalan kaki cepat yang bisa membantu membakar lemak perut. (iStockphoto)
Ilustrasi. Studi terbaru menemukan durasi jalan kaki cepat yang bisa membantu membakar lemak perut. (iStockphoto)

Jakarta, CNN Indonesia -- Penelitian terbaru mengungkapkan durasi jalan kaki cepat yang efektif dalam membakar lemak perut. Berapa lama waktu yang diperlukan? Umumnya, orang disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat untuk mengatasi lemak perut. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki juga dapat membantu mengurangi lemak di area tersebut.

Metodologi Penelitian

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communication ini melibatkan 315 orang dewasa yang mengalami obesitas sentral selama 16 minggu. Obesitas sentral adalah kondisi di mana terdapat penumpukan lemak berlebih di area perut atau bagian tengah tubuh. Para peserta diminta untuk melakukan jalan cepat dengan interval selama 75 menit per minggu. Aktivitas jalan kaki ini dilakukan dengan membagi kecepatan menjadi dua interval, misalnya, tiga menit berjalan santai diikuti dengan tiga menit berjalan cepat, dan seterusnya.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menyelesaikan sesi jalan cepat selama 75 menit sekaligus, sementara kelompok kedua membagi durasi tersebut ke dalam beberapa sesi sepanjang minggu. Setelah itu, kedua kelompok diukur dan hasil terkait lemak perut dianalisis.

Hasil Penelitian

Menurut laporan dari NDTV, hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak perut mengalami penurunan pada kedua kelompok, baik yang melakukan sesi sekaligus maupun yang membagi sesi. Ukuran lingkar pinggang juga menunjukkan penurunan yang signifikan berdasarkan berat dan tinggi badan peserta.

Lemak perut dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan jenis lemak lainnya karena dapat memengaruhi fungsi organ. Kelebihan lemak di area perut terbukti meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan penyakit hati.