BREAKING Selasa, 18 Agt 2026 11:25 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 18 Agt 2026 09:54 WIB

Pemulihan Jalan Trans-Flores Pasca Gempa di NTT Berjalan Cepat

18 Agt 2026, 09:54 WIB 6x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Reyhan Arifin 6x dibaca · 2 menit baca
Foto: EPA/IGNASIUS KUNDA
Foto: EPA/IGNASIUS KUNDA

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur jalan setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri PU, Dody Hanggodo, meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mengirimkan data sementara serta lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Hal ini penting agar tim Kementerian PU dapat segera turun ke lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap setiap lokasi terdampak," kata Dody dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta.

Koordinasi dan Penanganan Segera

Dody menegaskan bahwa Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis serta penanganan infrastruktur, sementara pemerintah daerah akan membantu dalam menentukan lokasi prioritas. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, kementerian ini telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terhalang akibat longsor dan kerusakan jalan.

"Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit," ungkapnya.

Kerusakan dan Pemulihan Jalan

Dody melaporkan bahwa sembilan ruas jalan nasional mengalami kerusakan yang teridentifikasi, termasuk puluhan titik longsoran, patahan badan jalan, serta kerusakan pada beberapa jembatan dan plat duiker. Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan yang terdampak telah kembali berfungsi. "Delapan ruas yang merupakan bagian dari jalur Trans Flores, mulai dari Labuan Bajo–Ende–Maumere, telah dapat dilalui. Sementara ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga telah kembali fungsional," jelasnya.

Dalam penanganan sementara, tercatat 40 titik longsoran telah ditangani dan kembali berfungsi. Selain itu, empat titik patahan badan jalan juga telah diperbaiki. "Kerusakan pada lima titik jembatan dan plat duiker saat ini masih memungkinkan untuk difungsionalkan sehingga mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan," tambah Dody.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BPJN NTT telah memobilisasi tujuh unit excavator dan empat unit loader ke lokasi-lokasi yang terdampak. Peralatan ini digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, serta memastikan akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka. "Kembalinya sembilan ruas jalan nasional terdampak menjadi fungsional menjadi langkah penting dalam pemulihan Pulau Flores pascagempa," tutup Dody.