BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 13:29 WIB
Berita Terkini Selasa, 04 Agt 2026 11:37 WIB

--- Evakuasi Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dilaksanakan Selama Satu Minggu ---

04 Agt 2026, 11:37 WIB 54x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Rizky Ananta 54x dibaca · 2 menit baca
Foto: Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Foto: Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
---TITLEEXCERPT--- Operasi pencarian dan penyelamatan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 akan berlangsung selama tujuh hari, dengan evaluasi perpanjangan dilakukan setelah periode tersebut. ---CONTENT---

Jakarta - Kepala Basarnas M Syafii mengungkapkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Keputusan mengenai perpanjangan operasi akan diambil bersama seluruh pihak terkait setelah periode tersebut berakhir.

"Jika terkonfirmasi dari posko pengaduan, KSOP, atau pemilik kapal bahwa masih ada korban yang belum ditemukan, itu akan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan operasi," jelas Syafii, sebagaimana dilansir dari detikJatim pada Senin (3/8/2026).

Respon Cepat Basarnas

Aksi penyelamatan yang dilakukan dinilai cepat berkat adanya broadcast kedaruratan dari Basarnas Command Center. Siaran tersebut langsung mendapatkan respons dari tujuh kapal sipil yang berada di sekitar lokasi untuk membantu proses evakuasi meskipun dalam kondisi cuaca yang buruk.

Syafii menambahkan bahwa Basarnas juga mengerahkan KN SAR Permadi dari Surabaya untuk melakukan pencarian lebih lanjut di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa pola pencarian ditentukan berdasarkan aplikasi khusus yang menganalisis arah angin, tinggi gelombang, dan kecepatan arus.

Kondisi Kapal dan Prosedur Keamanan

Mengenai kondisi fisik kapal, Syafii menyatakan bahwa Basarnas belum dapat memastikan apakah kapal tersebut tenggelam sepenuhnya. Saat proses evakuasi, kapal masih terlihat, namun tim SAR tidak dapat memasuki area lambung kapal karena kepulan asap yang masih tebal dan suhu yang sangat panas.

Ia menekankan bahwa pemeriksaan bagian dalam kapal baru dapat dilakukan setelah api padam sepenuhnya. Ketika KN SAR Permadi kembali ke titik koordinat setelah mengantar korban ke Sumenep, bangkai kapal sudah tidak terlihat di permukaan dan diduga telah terbawa arus laut.