BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 13:50 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 16 Agt 2026 12:47 WIB

Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang Belum Terisi, Berikut Enam Calon yang Mendaftar

16 Agt 2026, 12:47 WIB 4x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
R
Reyhan Arifin 4x dibaca · 2 menit baca
Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026) di usia 47 tahun.(dprd.tangerangkota.go.id)
Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026) di usia 47 tahun.(dprd.tangerangkota.go.id)

TANGERANG – Kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang masih kosong setelah wafatnya Rusdi Alam pada Minggu, 19 Juli 2026. DPD Partai Golkar Kota Tangerang telah memulai proses pendaftaran untuk calon pengganti antarwaktu (PAW), dengan enam kandidat yang turut serta dalam bursa pemilihan.

Keenam calon tersebut meliputi Zamaludin, Supiani, Samsuni, Kosasih, Mustofa, Kamaludin, dan Saiful Milah. Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Zamaludin, mengungkapkan bahwa partai akan melakukan penilaian terhadap calon Ketua DPRD berdasarkan kapasitas, kapabilitas, senioritas, serta prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas mereka. "Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Proses Seleksi Calon Ketua DPRD

Zamaludin menjelaskan bahwa tim seleksi akan memilih tiga nama untuk diusulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Ia yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tangerang menyatakan kesiapannya jika partai memercayainya untuk menggantikan almarhum Rusdi Alam. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam bursa calon Ketua DPRD adalah sebagai bentuk tanggung jawab untuk meneruskan tugas kelembagaan DPRD.

"Saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD," tambahnya.

Pengalaman dan Kompetensi sebagai Modal

Zamaludin menilai bahwa pengalaman yang dimilikinya menjadi salah satu alasan untuk mengikuti proses seleksi ini. Ia berpendapat bahwa Ketua DPRD tidak hanya dituntut untuk menjalankan fungsi politik, tetapi juga harus mampu memimpin lembaga legislatif secara efektif. "Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD," jelasnya.

Meski demikian, keputusan akhir mengenai siapa yang layak menjadi Ketua DPRD tetap berada di tangan partai melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Zamaludin juga menekankan bahwa ia siap bersaing secara sehat dengan lima kader lainnya yang juga mencalonkan diri. "Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang," tuturnya.

Di sisi lain, pengamat politik Kota Tangerang, Imron Hamami, menilai bahwa pengalaman dan jam terbang legislatif yang dimiliki Zamaludin menjadi nilai tambah dalam persaingannya. "Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan, dan menjaga hubungan kelembagaan," ungkap Imron.