BREAKING Senin, 15 Jun 2026 17:57 WIB
Berita Terkini Selasa, 19 Mei 2026 06:57 WIB

Evaluasi Pelayanan Haji di Madinah oleh Timwas DPR RI

19 Mei 2026, 06:57 WIB 15x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Reyhan Arifin 15x dibaca · 2 menit baca
Evaluasi Pelayanan Haji di Madinah oleh Timwas DPR RI
Rapat Timwas Haji di Madinah (Foto: dok. Istimewa)

Timwas Haji DPR RI melaksanakan rapat kerja di Madinah untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji dan memberikan pujian terhadap layanan yang diterima jemaah. Rapat ini berlangsung pada hari Senin, 18 Mei 2026, di Madinah, Arab Saudi, dan dihadiri oleh Ketua Timwas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Wakil Ketua Abdul Wachid dan anggota lainnya termasuk Andre Rosiade.

Evaluasi Pelayanan Haji

Setelah pertemuan, Cucun menyatakan, "Pada hari ini Timwas mengakhiri rangkaian pengawasan di daerah kerja Madinah dengan melakukan evaluasi penyelenggaraan haji tahap satu sebanyak 103.732 jemaah, yang pelayanannya sangat luar biasa dibanding dengan pelaksanaan haji sebelumnya." Ia mengungkapkan rasa puas terhadap penyelenggaraan haji di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang memungkinkan jemaah reguler menginap di hotel bintang lima di Madinah.

Cucun menambahkan, "Karena ada terobosan baru bagaimana cara penanganan jemaah haji ini secara mengedepankan lebih familier, dengan penuh hati melayani termasuk akomodasi yang baru sejarah di republik kita ini ada jemaah reguler bisa diinapkan di hotel bintang lima seputaran Masjid Nabawi." Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang nyaman bagi jemaah haji.

Sejarah Baru dalam Pelayanan Haji

Anggota Timwas Haji DPR, Andre Rosiade, juga menekankan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, jemaah haji reguler ditempatkan di hotel bintang lima selama berada di Madinah. "Ini pertama dalam sejarah, baru zaman Pak Presiden Prabowo, jemaah haji reguler ditempatkan di Hotel Bintang 5 di Madinah," ungkapnya.

Pada musim haji 2026, terdapat 8.507 jemaah haji yang menginap di hotel-hotel bintang lima, termasuk beberapa hotel seperti Hotel Hilton Madinah dan Hotel Dallah Taibah. Andre menjelaskan bahwa semua akomodasi yang disediakan untuk jemaah reguler berada di kawasan Markaziyah, dengan jarak terjauh sekitar 700 meter dari Masjid Nabawi. "Ini patut diapresiasi bahwa peningkatan kinerja dan pelayanan untuk jemaah haji terus diperbaiki dan ini patut diapresiasi," ujarnya.

Andre juga menambahkan bahwa kebijakan pemerintah dalam hal ini merupakan salah satu langkah perbaikan dalam pengelolaan haji, serta memberikan penghargaan kepada Kementerian Haji dan Umrah atas upaya tersebut. "Ini prestasi pertama kali dalam sejarah pelaksanaan haji di Indonesia, ada jemaah reguler mendapatkan hotel bintang lima. Itu patut diapresiasi bahwa terjadi perbaikan kinerja pelayanan yang dilakukan oleh Kementerian Haji," tutupnya.