BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:09 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Senin, 06 Jul 2026 17:54 WIB

--- Gianluca Zambrotta Pilih Barcelona Ketimbang Real Madrid ---

06 Jul 2026, 17:54 WIB 77x dibaca 2 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
I
Ilham Saputra 77x dibaca · 2 menit baca
Gianluca Zambrotta Pernah Tolak Tawaran Real Madrid
Gianluca Zambrotta Pernah Tolak Tawaran Real Madrid
---TITLEEXCERPT--- Mantan bek Barcelona, Gianluca Zambrotta, mengungkapkan bahwa ia pernah memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2006, namun memilih untuk pindah ke Camp Nou. ---CONTENT---

Mantan pemain belakang Barcelona, Gianluca Zambrotta, mengungkapkan bahwa pada tahun 2006, ia memiliki peluang untuk bergabung dengan Real Madrid, tetapi akhirnya memutuskan untuk pindah ke Camp Nou. Keputusan ini diambil meskipun ada ketertarikan kuat dari pelatih Fabio Capello yang ingin merekrutnya.

Komentar Zambrotta memberikan perspektif baru mengenai salah satu transfer yang paling menarik di era tersebut, di mana kepindahan sang pemain ke Barcelona terwujud meskipun Real Madrid dan Capello berharap bisa mendatangkan bek berpengalaman itu ke Santiago Bernabéu. Pada saat itu, Zambrotta masih menjadi bagian dari tim Juventus yang sangat dominan sebelum klub tersebut terdegradasi akibat skandal Calciopoli, yang membuat banyak pemain mempertimbangkan masa depan mereka.

Peluang yang Nyata

Zambrotta kini mengonfirmasi bahwa kepindahan ke Madrid adalah sebuah kemungkinan yang nyata. Dalam sebuah wawancara, ia mengakui bahwa Fabio Capello menginginkannya untuk bergabung di Real Madrid, bersama dengan beberapa bintang Juventus lainnya yang akhirnya pindah ke Spanyol. "Ya. Fabio Capello – serta Cannavaro dan Emerson – ingin saya bergabung dengannya di Madrid. Saya memilih Barça,” ungkap Gianluca Zambrotta.

Alasan Memilih Barcelona

Selain itu, Zambrotta menjelaskan alasan di balik pilihannya untuk bergabung dengan Barcelona ketimbang Real Madrid. Ia menyatakan bahwa kesempatan untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi di Camp Nou menjadi faktor penentu. "Alasannya? Selain sebagai klub internasional papan atas yang baru saja memenangkan Liga Champions… saya tidak tahu, itu memberi saya kesempatan untuk bermain di kompetisi yang belum pernah saya ikuti sebelumnya, seperti Piala Super Eropa atau Piala Dunia Antarklub. Saya berusia 29 tahun. Itu adalah kesempatan terakhir saya,” tambahnya.