BREAKING Selasa, 16 Jun 2026 02:51 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Selasa, 16 Jun 2026 01:14 WIB

Graham Potter Apresiasi Kerja Sama Alexander Isak dan Viktor Gyokeres

16 Jun 2026, 01:14 WIB 1x dibaca 2 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
A
Almira Rara Susanti 1x dibaca · 2 menit baca
Graham Potter Apresiasi Kerja Sama Alexander Isak dan Viktor Gyokeres
Graham Potter nilai Isak dan Gyokeres makin berbahaya untuk Swedia. (Foto: Ryan Pierse - FIFA/FIFA via Getty Images)

Graham Potter memuji penampilan duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres usai membantu tim nasional Swedia meraih kemenangan telak 5-1 atas Tunisia dalam pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estadio Monterrey, pada Ahad (15/6/2026) pagi WIB. Dengan hasil ini, Swedia kini memimpin klasemen sementara Grup F.

Walaupun Yasin Ayari mencetak dua gol dan Mattias Svanberg menambah satu gol dari bangku cadangan, perhatian utama tertuju pada kerja sama antara Isak dan Gyokeres. Keduanya terus memberikan tekanan kepada pertahanan Tunisia selama pertandingan, masing-masing mencetak satu gol dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.

Pujian untuk Kerja Sama Penyerang

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Graham Potter mengungkapkan rasa kagumnya terhadap sinergi antara kedua penyerang tersebut. Pelatih berusia 51 tahun ini menyatakan bahwa Isak dan Gyokeres memiliki karakter permainan yang saling melengkapi, menjadikan mereka potensi ancaman utama bagi lawan sepanjang turnamen. "Secara individu, tentu saja mereka adalah pemain top. Namun ketika bermain bersama, mereka bisa menjadi ancaman yang sangat besar. Saya pikir mereka akan semakin baik seiring semakin sering bermain bersama karena keduanya saling melengkapi dengan sangat baik," ungkap Potter.

Performa Tim yang Perlu Ditingkatkan

Mantan pelatih Chelsea ini juga menekankan bahwa kualitas para penyerang Swedia hanya dapat terlihat secara maksimal jika didukung oleh kerja sama tim yang solid. Ia mengungkapkan kepuasan terhadap performa timnya meskipun menyadari masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki menjelang pertandingan selanjutnya. "Saya sangat senang dengan para pemain. Kami tahu kualitas individu yang kami miliki di lini depan, tetapi mereka membutuhkan tim yang berfungsi dengan baik. Kami memang tidak sempurna dan kami sudah memperkirakan hal itu, tetapi pada awal pertandingan saya merasa kami mampu mengendalikan permainan dengan cukup baik," jelasnya.

Kemenangan ini menjadi semakin berarti mengingat sebelumnya Belanda dan Jepang bermain imbang 2-2, menjadikan Swedia satu-satunya tim yang meraih tiga poin pada matchday pertama Grup F, serta berada dalam posisi menguntungkan untuk melaju ke fase gugur. Meski demikian, Graham Potter mengingatkan agar para pemainnya tidak terlena dengan hasil tersebut. Ia menekankan bahwa tantangan yang lebih berat sudah menanti ketika Swedia berhadapan dengan Belanda pada Ahad (21/6/2026) dini hari WIB di Stadion Houston. "Kami tahu akan menghadapi tim papan atas pada pertandingan berikutnya dan kami harus siap untuk itu," pungkas Potter. Kemenangan atas Tunisia memang merupakan awal yang ideal, tetapi ujian sesungguhnya bagi Swedia akan datang saat melawan salah satu unggulan Grup F tersebut.