BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:11 WIB
Berita Terkini Rabu, 29 Jul 2026 07:43 WIB

Gubernur Bali Rencanakan Pertemuan dengan Kepala Desa Pasca Insiden Pengeroyokan Maling Ayam

29 Jul 2026, 07:43 WIB 48x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
G
Galih Lingga Pradipta 48x dibaca · 2 menit baca
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Rizki Setyo/detikBali)

Gubernur Bali, Wayan Koster, akan mengadakan pertemuan dengan kepala desa dan bendesa adat di Baturiti, Tabanan, menyusul insiden tewasnya seorang terduga maling ayam berinisial KD yang dikeroyok oleh massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Koster berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang.

"Saya akan berbicara dengan kepala desa dan bendesa adatnya untuk memberi pemahaman kepada warganya untuk tidak lagi melakukan tindakan serupa," ungkap Koster dalam konferensi pers yang berlangsung bersama Forkopimda di Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (29/7/2026).

Pentingnya Keamanan dan Ketertiban

Koster menekankan bahwa setiap perangkat desa memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan saat menghadapi pelaku pencurian ayam.

Kondisi Bali yang Masih Kondusif

Di sisi lain, Koster memastikan bahwa situasi di Bali saat ini tetap kondusif. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa insiden pengeroyokan terduga pencuri ayam tersebut banyak dibicarakan di media sosial. "Hanya memang kita harus bisa membedakan ada dinamika di media sosial yang menjadi banyak pertanyaan-pertanyaan, sehingga seakan-akan Bali ini sesuatu yang terganggu. Sebenarnya tidak seperti itu adanya," tambah Koster.

Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Daniel menyampaikan bahwa penyidik terus mengumpulkan bukti tambahan untuk membuktikan adanya tindakan pengeroyokan yang mengakibatkan kematian.

"Intinya kami mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk membuktikan bahwa terjadi perbuatan pengeroyokan yang menyebabkan kematian," jelas Daniel.