BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Berita Terkini Rabu, 15 Jul 2026 09:32 WIB

Gus Ipul: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Memiliki Nilai yang Tinggi

15 Jul 2026, 09:32 WIB 80x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
T
Taufik Pranata 80x dibaca · 2 menit baca
Foto: Kemensos
Foto: Kemensos

Jakarta - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya menghargai setiap siswa di Sekolah Rakyat. Menurutnya, setiap anak memiliki bakat dan keunikan yang patut diapresiasi. "Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga karena memiliki keunikannya sendiri, setiap siswa memiliki jeniusnya sendiri, dan setiap siswa memiliki talent-nya sendiri sebagai bagian daripada pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa," ungkap Gus Ipul saat memberikan keterangan pada Rabu (15/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam acara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk siswa-siswi baru di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang berlangsung pada Selasa (14/7).

Pentingnya Empati dalam Pendidikan

Gus Ipul juga memberikan pesan kepada semua kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat untuk melaksanakan tugas mereka dengan empati dan kasih sayang. Ia menekankan pentingnya membimbing dan mendidik siswa sesuai dengan bakat yang dimiliki masing-masing. "Para kepala sekolah dampingi dengan baik, para guru dan wali asrama, wali asuh didik mereka sesuai dengan kapasitas mereka, dengan kemampuan mereka. Dampingi dengan empati, dengan kasih sayang karena sesungguhnya siswa Sekolah Rakyat adalah siswa-siswa istimewa titipan Tuhan Yang Maha Kuasa," tambahnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengingatkan bahwa siswa Sekolah Rakyat adalah titipan dari negara, sehingga mereka harus didampingi dengan baik. "Untuk itu, kerjakan dengan baik, dampingi dengan baik," ujarnya.

Peluang Pendidikan bagi Lulusan Sekolah Rakyat

Gus Ipul menjelaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat pada jenjang SD dan SMP dapat melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama. Namun, bagi siswa yang berprestasi, mereka akan diarahkan untuk melanjutkan ke Sekolah Garuda. Sementara itu, lulusan Sekolah Rakyat jenjang SMA memiliki dua opsi, yaitu melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti pelatihan untuk menjadi pekerja terampil.

"Lebih-lebih kalau ingin jadi pekerja terampil di luar negeri. Disiapkan, diperkuat bahasanya. Jadi nanti lulusannya seperti ini, tidak boleh lulus SMA berhenti. Mau kuliah atau mau menjadi pekerja terampil," jelasnya.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, juga memberikan dukungan dengan menyatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan fasilitas bagi lulusan Sekolah Rakyat tingkat SMA untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. "Kami di Pemerintah Kabupaten Sragen sudah mendiskusikan bahwa anak-anak dari keluarga yang tidak mampu nanti akan kami (sediakan) kursus khusus untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah ikatan kedinasan," ungkap Sigit.

Ia optimis bahwa dengan kerja keras dan empati dari semua pihak, Sekolah Rakyat akan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. "Saya yakin juga suatu saat kelak akan ada menteri yang lahir dari (lulusan) Sekolah Rakyat," tuturnya.