Warga di sekitar Stasiun Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, mulai merasakan harapan untuk melihat stasiun yang telah nonaktif sejak tahun 2006 itu dapat beroperasi kembali. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyampaikan bahwa proses pembangunan sarana dan reaktivasi stasiun sepenuhnya berada di tangan pihak regulator, yaitu Kementerian Perhubungan.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa KCI akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendorong peningkatan operasional perjalanan commuter line. "Untuk pembangunan prasarana dan reaktivasi stasiun ada pada regulator (Kemenhub)," ungkapnya kepada wartawan pada Sabtu (8/8/2026).
Fokus pada Peningkatan Fasilitas
Leza juga menekankan bahwa KAI Commuter saat ini lebih berfokus pada peningkatan layanan dan fasilitas di stasiun bagi pengguna commuter line. Beberapa fasilitas yang diperbaiki termasuk water station, booth charging, commuter shelter bike, way finding, serta area tunggu yang lebih nyaman.
Stasiun Gunung Putri terletak di antara Stasiun Nambo dan Stasiun Cibinong, dan warga setempat sangat berharap agar stasiun ini dapat segera aktif kembali. Salah satu warga, Nurhayati (65), mengungkapkan bahwa akses ke Stasiun Gunung Putri lebih dekat dari tempat tinggalnya. Selama ini, ia harus menggunakan KRL dari Stasiun Nambo untuk menuju Jakarta.
"Mudah-mudahan cepat dibangun, kita naik kereta jadi gampang, dekat, nggak harus ke Nambo," harap Nurhayati pada Jumat (7/8).
Kondisi Stasiun yang Terbengkalai
Nurhayati juga menambahkan bahwa keberadaan Stasiun Gunung Putri yang tidak berfungsi membuat lingkungan sekitarnya terlihat kumuh dan tidak terawat. "Nggak ada (yang membersihkan), terbengkalai. Lihat aja rumputnya sampai balai, jadi kotor, jadi kumuh," ujarnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Sholihah (48), yang berharap stasiun tersebut dapat beroperasi kembali agar warga lebih mudah mengakses transportasi menuju Jakarta. "Daripada kita ke sono, ke Nambo, jauh. Mendingan kalau ke sini kan deket, enak," kata Sholihah.