BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Berita Terkini Rabu, 08 Jul 2026 21:01 WIB

InJourney Dukung Pelestarian Candi Prambanan untuk Wisata Kelas Dunia

08 Jul 2026, 21:01 WIB 95x dibaca 4 menit baca news.detik.com news.detik.com
Z
Zahra Asma Nabila 95x dibaca · 4 menit baca
Foto: InJourney
Foto: InJourney

Jakarta - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), yang dikenal sebagai InJourney, memberikan sambutan positif terhadap kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India dalam upaya konservasi dan restorasi Candi Prambanan. Kerja sama ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat diplomasi budaya dan melestarikan warisan dunia.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan bahwa Candi Prambanan merupakan simbol warisan budaya bersama antara India dan Indonesia. Ia menekankan, "Warisan budaya bangsa ini mengingatkan kita pada keharuman warisan budaya yang kita miliki di India. Dan warisan budaya inilah yang menyatukan kedua negara kita. Selama lebih dari 1.200 tahun, masyarakat negeri ini telah melestarikan warisan budaya ini dengan komitmen, ketekunan, dan pengabdian," dalam pernyataannya pada Rabu (8/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan Modi ke Candi Prambanan bersama Presiden RI Prabowo Subianto, yang menandai momen bersejarah dalam hubungan kedua negara serta komitmen bersama untuk merawat warisan budaya dunia melalui program konservasi jangka panjang.

Proses Konservasi Candi Prambanan

Konservasi ini mencakup restorasi terhadap 224 perwara atau candi pendamping yang terdapat di kompleks Candi Prambanan. Pendekatan yang digunakan dalam konservasi ini bersifat ilmiah, meliputi penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservasi antara kedua negara.

InJourney Destination Management (IDM), sebagai pengelola Candi Prambanan, menganggap kolaborasi ini sejalan dengan misi perusahaan untuk mengembangkan destinasi berkelas dunia. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pelestarian budaya, penguatan kolaborasi internasional, serta penciptaan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pelestarian salah satu situs warisan budaya terpenting di dunia, tetapi juga menjadi simbol persahabatan yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama berabad-abad.

Candi Prambanan, yang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu Siwa terbesar di dunia, dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1991.

Manfaat bagi Pariwisata dan Masyarakat

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk memperkuat hubungan antarbangsa dan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi sektor pariwisata Indonesia. "Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional. Kami optimis dan menyambut baik kolaborasi ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia, khususnya di pasar India yang memiliki penduduk 1,4 miliar jiwa," ungkap Maya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian warisan budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti terciptanya lapangan kerja, pertumbuhan UMKM, dan ekonomi kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menegaskan bahwa kolaborasi konservasi ini akan dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai yang menjadikan Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. "Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi, tetapi juga dari peningkatan kapasitas konservator Indonesia dan perkembangan praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menambahkan bahwa sejak ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada tahun 2022, kawasan ini tidak lagi dipandang hanya sebagai objek wisata atau situs arkeologi. "Kini, Candi Prambanan juga menjadi ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, serta kerja sama internasional yang mempertemukan berbagai negara dalam semangat pelestarian warisan dunia," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa India merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia, dengan data menunjukkan bahwa wisatawan asal India mencapai hampir 4.000 orang per tahun ke Kawasan Candi Prambanan. "Momentum kunjungan Perdana Menteri India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan," tuturnya.

Candi Prambanan, sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, setiap tahunnya menarik sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini menunjukkan bahwa Prambanan bukan hanya aset budaya, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat mendorong pariwisata berkualitas, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas kerja sama di bidang pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.