Inter Milan kembali menunjukkan kekuatan mereka di pentas sepak bola Italia dengan meraih dua gelar bergengsi pada musim ini. Di bawah bimbingan Cristian Chivu, tim Nerazzurri berhasil mengamankan gelar Scudetto dan Coppa Italia, sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan tidak boleh dianggap remeh.
Setelah mengalami musim lalu tanpa meraih trofi, Inter Milan bangkit di bawah kepemimpinan Chivu, yang mengambil alih kursi pelatih dari Simone Inzaghi. Keberhasilan ini menandai kebangkitan Inter setelah merasakan kekecewaan, dan kini mereka berhasil mengangkat dua trofi sekaligus.
Keberhasilan di Final Coppa Italia
Pada final Coppa Italia yang digelar di Stadio Olimpico, Inter berhasil menaklukkan Lazio dengan skor 2-0, menambah koleksi Coppa Italia mereka menjadi sepuluh. Keberhasilan ini menciptakan sejarah baru bagi Inter, karena untuk pertama kalinya sejak era Jose Mourinho pada tahun 2010, mereka mampu menyandingkan gelar Coppa Italia dengan Scudetto. Pada masa itu, Mourinho bahkan membawa Inter meraih treble dengan menjuarai Liga Champions.
Chivu dan Kebahagiaan Tim
Chivu, yang merupakan bagian dari skuad bersejarah tersebut, kini berhasil menorehkan namanya di buku sejarah klub sebagai pelatih. Dalam wawancaranya dengan Sport Mediaset, ia mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian tim. "Kami memenangkan dua trofi musim ini, dan kami pantas mendapatkannya setelah kampanye yang baik. Kami semua bahagia dengan pencapaian ini, terutama untuk para penggemar dan klub yang selalu mendukung kami," ujarnya.
Perayaan kemenangan ini akan diwarnai dengan parade bus terbuka di Milan, di mana Inter akan memamerkan dua trofi tersebut setelah pertandingan melawan Verona. Kesuksesan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Inter, yang terakhir kali memenangkan Coppa Italia pada tahun 2023, dan kini telah meraih sepuluh edisi kompetisi tersebut, hanya tertinggal dari Juventus yang memiliki lima belas gelar.