Jakarta - Seto Mulyadi, yang dikenal sebagai Kak Seto dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), memberikan apresiasi terhadap acara Apresiasi Kreasi Polri Untuk Masyarakat. Menurut Kak Seto, penghargaan yang diberikan oleh Polri kepada karya anak-anak dapat meningkatkan kedekatan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
"Dalam hal ini kami memberikan apresiasi. Dalam lomba-lomba yang diselenggarakan, ada lomba mendongeng dan sebagainya yang melibatkan anak-anak. Intinya adalah untuk mengubah paradigma yang keliru: polisi tidak ditakuti, tetapi dicintai, dibanggakan, dan bahkan membuat banyak anak-anak kelak ingin menjadi anggota Polri," ungkap Kak Seto setelah acara yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026).
Sejarah Polsanak dan Harapan untuk Masa Depan
Kak Seto juga menceritakan kembali pengalamannya pada tahun 1986 ketika ia mencetuskan ide pembentukan Polsanak (Polisi Sahabat Anak). Ia menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan agar polisi bisa menjadi teman bagi anak-anak dan tidak menimbulkan rasa takut.
"Kami pada tahun '86 yang lalu pernah mencetuskan Polsanak, yang kemudian oleh Mabes Polri terus ditingkatkan. Namun intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak," tambahnya.
Menurut Kak Seto, kedekatan antara polisi dan anak-anak sangat penting, mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. "Polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik-dalam hal ini akhlak mulia dan sebagainya-kepada anak-anak, karena mereka adalah cikal bakal Indonesia di zaman Indonesia Emas tahun 2045 nanti," lanjutnya.
Penghargaan untuk Kreativitas Anak dan Masyarakat
Kak Seto berharap agar Polri terus berkomitmen untuk menjadi sahabat anak dan melindungi mereka. Ia yakin bahwa Polri memiliki tekad yang kuat dalam memperkuat karakter anak-anak Indonesia sejak dini.
Kegiatan Apresiasi Kreasi Polri Untuk Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang dari 30 jenis perlombaan yang diadakan oleh tujuh Satuan Kerja (Satker) Mabes Polri. Perlombaan tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari kreativitas komunikasi publik, e-sports, hingga pemberantasan narkoba dan kebersihan internal Korps Bhayangkara.
Acara ini ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada perwakilan juara dari setiap kategori lomba. Kapolri didampingi oleh Wakapolri, Ketua Harian Kompolnas, Kasum TNI, Irwasum Polri, dan Kadiv Humas Polri dalam prosesi tersebut.
Ajang ini menjadi sarana inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri, pemenang berasal dari berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas dan kategori cerpen, fotografi, serta animasi AI.
Selain itu, Bareskrim Polri memberikan penghargaan bagi pemenang di kategori Capture the Flag dan Mobile Legends, serta Desa Taba Tebelet (Bengkulu) yang diakui sebagai Kampung Bebas Narkoba. Korbinmas Baharkam Polri juga memberikan penghargaan kepada Satpam Teladan dan Polsus Teladan.
Dalam sektor penguatan program nasional, SSDM Polri mengumumkan Polda Jatim sebagai Juara Umum Kluster I Lomba Ketahanan Pangan, sedangkan Itwasum Polri memberikan penghargaan kepada SPPG Palmerah dan Polda Jatim untuk tata kelola terbaik dalam Makan Bergizi Gratis (MBG). Yanma Polri juga menetapkan Baintelkam Polri sebagai juara pertama dalam kebersihan internal.
Melalui penganugerahan ini, Polri berharap dapat terus mendorong inovasi publik, memperkuat citra positif kepolisian, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.