Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di Kalimantan Tengah melaporkan adanya peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerahnya. Dalam waktu dua hari, tercatat delapan hektar lahan telah hangus terbakar.
Peristiwa kebakaran terbaru dilaporkan terjadi di kawasan Karanganyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, pada hari ini. Proses pemadaman api baru selesai sekitar pukul 16.30 WIB setelah petugas bekerja keras selama berjam-jam melawan kobaran api yang melanda lahan gambut.
Kesulitan dalam Proses Pemadaman
Adnan Santana, Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, menyatakan bahwa cuaca yang panas dan angin kencang merupakan faktor utama yang menyulitkan proses pemadaman. Kondisi ini membuat api cepat menyebar dan sulit untuk dikendalikan. "Dalam dua hari terakhir kami menangani enam kejadian karhutla di lokasi yang berbeda. Seluruh personel terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya agar api tidak semakin meluas," ungkapnya.
Lokasi Kebakaran dan Upaya Penanganan
Enam titik kebakaran yang ditangani meliputi kawasan Karanganyar di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan; Kumpai Batu Bawah RT 9; Jalan Holim Tambang Pasir SMJ 3 di Desa Kubu; serta kawasan Sungai Ayam RT 9 di Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Kebakaran juga terjadi di Amin Jaya RT 14 di Kecamatan Pangkalan Banteng pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, serta satu titik lainnya di sekitar Sungai Ayam RT 9, Desa Kubu.
Kondisi ini membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama, di mana petugas harus memastikan bahwa bara api di bawah permukaan benar-benar padam agar tidak menyala kembali saat tertiup angin. "Berdasarkan pendataan BPBD Kobar, total luas lahan yang terbakar dari enam kejadian tersebut diperkirakan hampir mencapai delapan hektare. Seluruh lokasi menjadi prioritas penanganan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman maupun lahan produktif masyarakat," tambah Adnan.