KOMPAS.com - Di antara para pemimpin teknologi terkemuka di dunia, Demis Hassabis mungkin memiliki kebiasaan tidur yang paling unik. Sebagai CEO Google DeepMind, ia tidak tidur di malam hari seperti kebanyakan orang, termasuk rekan-rekannya seperti Sundar Pichai, Tim Cook, dan Mark Zuckerberg yang cenderung menjaga pola tidur malam yang teratur. Hassabis mengungkapkan bahwa ia hanya tidur sekitar enam jam dalam sehari, namun tidak pada malam hari. "Saya memang berusaha tidur enam jam, tapi jadwalnya tidak biasa. Saya tidur di siang hari," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Fortune baru-baru ini.
Rutinitas Kerja yang Tidak Biasa
Dalam kesehariannya, Hassabis menjalani dua sesi kerja yang terpisah. Sesi pertama dihabiskannya di kantor untuk melakukan rapat dan menyelesaikan urusan operasional. Setelah itu, ia pulang ke rumah, makan malam, dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. Namun, harinya belum berakhir di situ. Sekitar pukul 22.00, ia memulai sesi kerja kedua yang berlangsung hingga pukul 04.00 dini hari. Di waktu tersebut, ia mencurahkan fokus untuk berpikir, mendalami riset, dan menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan kreativitas tinggi.
Pola Tidur yang Dijalani Selama Satu Dekade
Hassabis mengakui bahwa ia bukan tipe orang yang bekerja dengan baik di pagi atau siang hari. Ia merasa produktivitas dan kreativitasnya paling tinggi saat malam hari. Setelah menyelesaikan sesi kerjanya, ia beristirahat hingga sekitar pukul 10.00 sebelum kembali beraktivitas di kantor. Pola hidup ini bukan hal baru baginya, karena telah dijalaninya hampir sepuluh tahun sejak ia memimpin DeepMind. Google mengakuisisi DeepMind pada tahun 2014, dan pada tahun 2023, lembaga tersebut digabungkan dengan Google Brain untuk membentuk Google DeepMind, yang kini bertanggung jawab atas pengembangan berbagai produk AI Google, termasuk Gemini.
Meskipun telah menjalani kebiasaan ini dalam waktu yang lama, Hassabis tidak mengabaikan risiko yang mungkin ditimbulkan dari pola tidurnya. Ia menyadari bahwa tidur hanya enam jam dapat berdampak negatif bagi kesehatan otak dalam jangka panjang, mengingat rekomendasi umum untuk orang dewasa adalah tidur antara tujuh hingga sembilan jam per malam. Kebiasaan bekerja keras dengan jam tidur yang minim bukanlah hal baru di kalangan para pemimpin teknologi, terutama pada fase awal pembangunan perusahaan. Elon Musk, CEO Tesla, juga pernah menyatakan bahwa ia tidur sekitar enam jam agar tetap dapat bekerja secara optimal. Dalam wawancara dengan Bloomberg pada tahun 2018, Musk mengungkapkan bahwa ia pernah tidur di lantai pabrik Tesla saat menghadapi tekanan produksi yang sangat tinggi.
Namun, pengakuan dari Hassabis memberikan pesan yang jelas bahwa pola kerja ekstrem dan kurang tidur bukanlah sesuatu yang seharusnya dicontoh, meskipun kebiasaan tersebut berasal dari individu-individu yang telah sukses dalam memimpin industri teknologi global.