KOMPAS.com - Nama "Claude Mythos" tiba-tiba menjadi topik hangat di kalangan pemimpin ekonomi dunia. Model kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Anthropic ini bukan hanya sebuah inovasi teknologi, melainkan juga memicu kekhawatiran mendalam di kalangan menteri keuangan, bankir, dan pelaku industri finansial global yang menilai kemampuannya dapat mengguncang stabilitas sistem keuangan dunia. Kekhawatiran ini bahkan terdengar dalam forum internasional bergengsi, termasuk pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada bulan April lalu, di mana Mythos menjadi salah satu topik paling penting yang dibahas oleh para pemimpin ekonomi.
Apa Itu Claude Mythos?
Menurut laporan dari The Guardian, Mythos adalah model AI yang menjadi dasar bagi berbagai alat seperti chatbot, dan dianggap oleh Anthropic sebagai ancaman serius bagi keamanan siber organisasi mana pun. Anthropic mengumumkan keberadaan Mythos pada tanggal 7 April, namun menegaskan bahwa model ini tidak akan dirilis ke publik karena kemampuannya dalam mengidentifikasi celah-celah tersembunyi dalam sistem TI yang berpotensi dieksploitasi oleh peretas. Yang paling mengkhawatirkan, Mythos diklaim mampu menemukan dan mengeksploitasi celah "zero-day", yaitu kelemahan yang belum diketahui oleh pengembang maupun organisasi yang terdampak, pada berbagai sistem operasi dan browser penting. Beberapa celah yang ditemukan bahkan dilaporkan telah ada selama puluhan tahun tanpa terdeteksi. Anthropic menyebut ini sebagai "momen bersejarah bagi keamanan siber".
Evaluasi Ancaman oleh Para Ahli
Lembaga AI Security Institute (AISI) asal Inggris telah melakukan evaluasi terhadap Mythos dan menyimpulkan bahwa model ini merupakan "peningkatan signifikan" dibandingkan model-model sebelumnya. Mythos berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah dalam uji coba yang dirancang AISI, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan oleh model AI manapun sebelumnya. Meskipun demikian, sejumlah ahli mengingatkan agar tidak panik. Perusahaan keamanan AI bernama Aisle menemukan bahwa model-model lain yang lebih murah juga mampu mengidentifikasi celah serupa. Para ahli juga menekankan bahwa sebagian besar pelanggaran keamanan masih berasal dari kelemahan konvensional seperti autentikasi yang lemah dan celah yang sudah dikenal namun belum ditambal.
Kekhawatiran yang diungkap oleh The Guardian telah mendapatkan respons konkret dari kalangan bankir dan regulator. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengundang para pemimpin bank-bank besar Amerika, termasuk Goldman Sachs dan Citi, untuk membahas risiko siber yang ditimbulkan oleh Mythos. Di Inggris, regulator memasukkan isu ini ke dalam agenda pertemuan Cross Market Operational Resilience Group, yang melibatkan pejabat senior dari Treasury, Bank of England, Financial Conduct Authority, dan National Cyber Security Centre. Melalui inisiatif bernama Project Glasswing, sekitar 40 perusahaan, termasuk Apple, Google, JP Morgan, Goldman Sachs, Amazon Web Services, Microsoft, dan Nvidia, diberikan akses awal untuk menguji model ini sebagai bagian dari sistem pertahanan siber mereka. Namun, tidak ada perusahaan yang memberikan pernyataan rinci tentang temuan mereka.
Risiko Serangan Siber yang Meningkat
Model ini merupakan bagian dari ekosistem AI Claude milik Anthropic, dan disebut sebagai yang paling canggih yang pernah dikembangkan oleh perusahaan tersebut. Mythos dilaporkan mampu menemukan bug lama dan melakukan simulasi serta eksekusi serangan siber secara otomatis dalam skala besar. Jika disalahgunakan, serangan dapat berlangsung lebih cepat, masif, dan jauh lebih sulit dideteksi dibandingkan dengan metode konvensional. CEO Barclays, CS Venkatakrishnan, menyebut risiko ini cukup serius untuk segera dipahami lebih dalam, termasuk kerentanan yang mungkin terekspos. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, juga menilai perkembangan ini harus ditanggapi dengan sangat serius karena berpotensi meningkatkan ancaman kejahatan siber secara signifikan.
Dampak dari Mythos tidak hanya terbatas pada ruang rapat para regulator. Setelah informasi mengenai kemampuan model ini menyebar, kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan keamanan siber dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 248 triliun, hanya dalam satu hari. Para investor mulai mempertanyakan relevansi model bisnis perusahaan keamanan siber konvensional jika AI ofensif terus berkembang lebih cepat daripada solusi pertahanan yang ada. Saham perusahaan keamanan siber besar mengalami penurunan signifikan pada akhir Maret 2026, saat kabar tentang Mythos mulai beredar luas, di antaranya Palo Alto Networks turun 6 hingga 7,5 persen, CrowdStrike melemah 5 hingga 7,2 persen, Zscaler anjlok hingga 8 persen, SentinelOne turun sekitar 8 persen, dan Fortinet melemah 2,4 hingga 4,8 persen.
Di tengah semua itu, insiden yang paling mengkhawatirkan justru datang dari dalam. Anthropic pada Rabu (22/4) mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki laporan bahwa beberapa pengguna di sebuah forum online privat diduga berhasil mendapatkan akses tidak sah ke Mythos.