BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:10 WIB
Berita Terkini Minggu, 26 Jul 2026 22:30 WIB

Keluarga Kenang Jubir Otorita IKN yang Meninggal di Rusun ASN

26 Jul 2026, 22:30 WIB 65x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Rizky Ananta 65x dibaca · 3 menit baca
Foto: Jenazah Jubir Otorita IKN disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto. (Adhfar/detikcom)
Foto: Jenazah Jubir Otorita IKN disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto. (Adhfar/detikcom)

Jakarta - Troy Harold Yohanes Pantouw, yang menjabat sebagai Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), telah meninggal dunia. Keluarga memberikan pernyataan mengenai kepergian Troy yang terjadi di rumah susun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara. Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, Troy meninggal akibat penyebab alami. Pemeriksaan dari rumah sakit setempat menunjukkan bahwa Troy meninggal pada hari Sabtu, 25 Juli, pukul 14.25 Wita.

“Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami,” jelas Thomas.

Jadwal Keberangkatan yang Terlewat

Thomas menambahkan bahwa pada hari yang sama, Troy seharusnya berangkat ke Balikpapan pukul 08.00 Wita untuk memimpin ibadah di sebuah gereja. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa mendiang sudah bangun dan beraktivitas seperti biasa sejak pukul 06.00 Wita. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika sopir pribadinya tidak mendapatkan respons saat menghubungi Troy menjelang waktu keberangkatan. Khawatir akan sesuatu yang tidak beres, sopir tersebut memutuskan untuk mendatangi kamar Troy.

“Pintu diketuk dan namanya dipanggil, tetapi tetap tidak ada jawaban. Kami kemudian memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar yang terkunci. Saat berhasil dibuka, kami mendapati beliau sedang berbaring di atas tempat tidur,” ungkap Thomas. Saat diperiksa, Troy sudah tidak bernapas, dan pihak Otorita IKN segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

Kenangan Anak dan Riwayat Kesehatan

Anak Troy, Romeo Matthew Pantouw, mengenang ayahnya sebagai sosok yang luar biasa dan inspiratif. Romeo menyebut bahwa ayahnya adalah panutan dalam bidang komunikasi. “Tentu sosok yang sangat inspiratif, Mas. Beberapa kali saya pribadi berkolaborasi dengan beliau untuk beberapa proyek, terutama dalam hal komunikasi,” kata Romeo saat berada di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Romeo menjelaskan bahwa Troy tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga menerapkannya dengan baik dalam pekerjaan dan keluarga. “Saya sendiri sebagai mahasiswa pascasarjana komunikasi juga di Universitas Indonesia sangat look up to him, sangat terinspirasi dengan beliau,” tambahnya.

Romeo juga mengungkapkan bahwa ayahnya memiliki riwayat tekanan darah tinggi, namun kondisi tersebut masih terkontrol dengan obat-obatan. “Memang apa yang kami dengar kematiannya secara wajar, tidak ada lebam, tidak ada tanda-tanda kekurangan oksigen,” jelasnya. Dia menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada pihak berwenang.

Komunikasi terakhir keluarga dengan Troy terjadi pada malam sebelum kepergiannya. Romeo menyebut bahwa saat itu, Troy masih dalam kondisi sehat meski sempat mengalami flu. “Buat kami keluarga juga sangat mengagetkan. Bahkan pada saat jam 12.00 malam hari sebelumnya, kami sempat voice call, conference call satu keluarga karena itu memang kebiasaan kami untuk berdoa bersama,” ungkap Romeo.

Prosesi Pemakaman di TPU Tanah Kusir

Jenazah Troy Harold akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 27 Juli. Romeo menyampaikan bahwa sebelum pemakaman, jenazah akan diserahkan secara kedinasan oleh pihak Otorita IKN kepada keluarga. “Besok pada hari Senin, 27 Juli 2026, pada jam 10.00 WIB akan ada penyerahan jenazah secara kedinasan oleh Kepala Otorita IKN kepada keluarga almarhum,” kata Romeo.

Romeo juga mengingatkan bahwa meskipun ayahnya sempat mengalami flu, sakit yang dialami bukanlah sesuatu yang serius. “Memang akhir-akhir ini beliau merasakan flu, nggak enak badan, hanya itu saja. Nggak ada penyakit serius,” tutupnya.