BREAKING Senin, 22 Jun 2026 00:18 WIB
Berita Terkini Minggu, 21 Jun 2026 22:13 WIB

Kementerian Sosial Salurkan Kaki Palsu untuk Korban Serangan Buaya di Gowa

21 Jun 2026, 22:13 WIB 1x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
D
Doni Setiawan 1x dibaca · 2 menit baca
Foto: dok. Kemensos
Foto: dok. Kemensos

Rendi (53) dari Desa Lassa-Lassa, Kabupaten Gowa, tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat menerima kaki palsu dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) dalam acara Bakti Sosial Terintegrasi yang berlangsung di kabupaten tersebut. Pada tahun 2015, Rendi mengalami kecelakaan tragis saat bekerja di Malaysia, di mana ia diserang buaya yang mengakibatkan amputasi salah satu kakinya. Sejak peristiwa tersebut, ia menghadapi berbagai kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan mencari nafkah untuk keluarganya.

Bantuan kaki palsu yang diterimanya memberikan harapan baru bagi Rendi untuk dapat bergerak dengan lebih leluasa dan menjalani hidup secara mandiri. "Bersyukur sekali menerima bantuan kaki palsu. Harapannya mudah-mudahan saya bisa jalan terus sampai di kebun dan anak saya bisa berkembang masa depannya," ungkap Rendi dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu (21/6/2026).

Kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi

Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa, Hasatama Hikmah, menjelaskan bahwa Bakti Sosial Terintegrasi merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Sosial untuk memberikan layanan yang lebih dekat, cepat, dan menyeluruh kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan sosial, termasuk operasi katarak, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan paket nutrisi, dan layanan penguatan bagi mantan penderita kusta.

Bantuan Tambahan untuk Masyarakat Gowa

Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dengan total nilai Rp 907 juta untuk masyarakat di Kabupaten Gowa. Bantuan ini mencakup berbagai aspek, seperti operasi katarak, bantuan kewirausahaan, perlengkapan kebersihan diri, khitanan massal, kebutuhan hidup layak, perlengkapan sekolah, alat bantu aksesibilitas, bantuan nutrisi, sarana kamar, hingga layanan bebas pasung.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO), Anna Puspitasari, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan semua pihak yang telah berkolaborasi untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Semua bantuan dan layanan ini berlandaskan pada tiga prinsip utama, yaitu data yang akurat, sasaran yang tepat, serta penguatan program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat yang menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Mudah-mudahan bantuan yang diberikan sebagai alat bantu disabilitas, kebutuhan hidup layak, dan bantuan kewirausahaan dapat digunakan sebaik-baiknya oleh penerima manfaat sehingga mereka dapat hidup mandiri menuju graduasi," tambah Anna.