BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Berita Terkini Kamis, 30 Jul 2026 10:49 WIB

Khofifah Ajak Indonesia Jadi Negara Terdepan dalam Konservasi Hutan Mangrove

30 Jul 2026, 10:49 WIB 54x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
G
Galih Lingga Pradipta 54x dibaca · 3 menit baca
Foto: Pemprov Jatim
Foto: Pemprov Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya peran provinsi ini dalam pelestarian ekosistem mangrove, sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara terdepan dalam konservasi hutan mangrove di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang berlangsung di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, pada Rabu, 29 Juli 2026, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Festival yang telah memasuki tahun ke-10 ini menampilkan berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif, termasuk pameran tentang pelestarian mangrove, pertunjukan seni budaya, fashion show batik organik yang menggunakan pewarna alami dari mangrove, serta penanaman vegetasi seperti cemara udang dan pandan laut. Kegiatan ini dihadiri oleh musisi dan aktivis lingkungan Akhadi Wira Satriaji (Kaka Slank), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, dan ratusan peserta lainnya.

Potensi Mangrove Indonesia

Khofifah menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove, yang mencakup sekitar 23 persen dari total mangrove di dunia. Dia menekankan bahwa potensi ini harus diimbangi dengan kepemimpinan Indonesia dalam menciptakan inovasi, kebijakan, dan gerakan pelestarian mangrove di tingkat global. "Indonesia memiliki mangrove terbesar di dunia, yakni sekitar 3,45 juta hektare atau 23 persen dari total mangrove dunia. Karena itu, Jawa Timur siap menjadi leading province dalam pelestarian mangrove yang mendorong Indonesia menjadi leading country," ungkapnya.

Peningkatan Luas Kawasan Mangrove

Kemudian, Khofifah mengungkapkan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3438 Tahun 2025, luas kawasan mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada tahun 2021 menjadi 31.067 hektare pada tahun 2025, dengan penambahan sekitar 3.846 hektare dalam empat tahun terakhir. Capaian ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa, berkontribusi hingga 47,85 persen dari total luasan mangrove di pulau tersebut.

Dia menekankan bahwa keberhasilan dalam rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada kawasan pantai. "Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong rehabilitasi yang berbasis karakteristik ekologi. Selain rehabilitasi mangrove, pada lokasi tertentu juga dilakukan penanaman vegetasi asosiasi seperti cemara laut dan pandan laut," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah meresmikan Pantai Panduri sebagai destinasi wisata edukasi mangrove, bersama dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Bupati Tuban, dan pejabat lainnya. Sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan, mereka juga menanam 700 bibit vegetasi dan melepasliarkan 100 ekor burung perkutut.

Festival ini juga memberikan penghargaan kepada 21 individu, pemerintah daerah, perusahaan, dan pegiat lingkungan yang berkontribusi dalam pelestarian mangrove di Jawa Timur. Beberapa penerima penghargaan termasuk Bupati Tuban, Wakil Bupati Gresik, dan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadikan Kabupaten Tuban sebagai tuan rumah Festival Mangrove. Dia menegaskan bahwa kegiatan ini berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentang pentingnya mangrove sebagai pelindung pantai dan penopang ekonomi.

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih, juga memberikan pujian atas konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga ekosistem mangrove. "Festival Mangrove ini membuktikan Jawa Timur sangat konsisten melindungi serta mempertahankan mangrove karena keberadaan dan fungsinya sangat diperlukan oleh masyarakat pesisir," pungkasnya.