BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Berita Terkini Jumat, 24 Jul 2026 10:18 WIB

Khofifah Pimpin Misi Perdagangan ke Hong Kong, Transaksi Capai Rp 12 Triliun

24 Jul 2026, 10:18 WIB 82x dibaca 5 menit baca news.detik.com news.detik.com
S
Sabrina Aulia Rahma 82x dibaca · 5 menit baca
Foto: Dok. Pemprov Jatim
Foto: Dok. Pemprov Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung East Java Trade and Investment Forum 2026, yang merupakan misi perdagangan dan investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Regal Hotel, Hong Kong, pada Kamis (23/7). Dalam forum ini, transaksi akhir yang tercatat mencapai Rp 12.038.159.976.541 atau setara dengan Rp 12,038 triliun.

Berbagai komoditas unggulan dari Jawa Timur yang berhasil terjual dalam forum bisnis ini meliputi perhiasan emas, produk perikanan, tisu, rokok, tembakau, produk turunan minyak sawit mentah (CPO), alas kaki, kopi, bahan kimia organik, produk tembaga, sarang walet, arang, kelapa parut kering, kosmetik, serta berbagai produk makanan seperti makanan ringan, permen, sambal, bumbu, dan cokelat.

Partisipasi Peserta yang Beragam

Forum ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, yang terdiri dari delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jajaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, pelaku usaha dari Jawa Timur, calon pembeli, serta investor asal Hong Kong. Ini adalah misi perdagangan dan investasi kedua yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hong Kong, setelah sebelumnya pada Mei 2023, forum serupa berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp 1,1 triliun.

Peningkatan Kepercayaan Pasar Internasional

Khofifah menekankan bahwa keberhasilan forum ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk unggulan dari Jawa Timur, sekaligus memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai salah satu penggerak perdagangan nasional. Ia menyatakan, "Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional."

Ia juga menjelaskan bahwa Hong Kong memiliki posisi penting sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia, sehingga menjadi gerbang strategis bagi produk-produk Jawa Timur untuk memasuki pasar global. Menurutnya, misi perdagangan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga untuk membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis internasional, memperkuat rantai pasok global, serta mendorong alih teknologi yang dapat meningkatkan daya saing industri di Jawa Timur.

Khofifah menambahkan, "Kami terus membangun kemitraan dan jejaring internasional. Kolaborasi dengan investor maupun pelaku usaha di Hong Kong merupakan langkah strategis untuk membuka akses pasar global bagi produk-produk unggulan Jawa Timur." Ia menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki sejumlah keunggulan kompetitif sebagai pusat produksi nasional dan gerbang perdagangan Indonesia bagian timur, yang didukung oleh infrastruktur logistik yang terus berkembang dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Komoditas ekspor Jawa Timur yang diminati oleh pasar Hong Kong meliputi produk hortikultura, hasil perikanan, makanan olahan, tembakau, produk kimia, perhiasan, dan berbagai produk manufaktur. Khofifah menilai bahwa produk hortikultura dari Jawa Timur semakin kompetitif untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, sementara sektor manufaktur juga terus berkembang dengan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Ia berharap misi perdagangan ini dapat memperluas akses pasar bagi produk hortikultura, manufaktur, produk olahan pangan, dan berbagai komoditas unggulan lainnya, sehingga semakin banyak pelaku UMKM di Jawa Timur yang mampu menembus pasar internasional dan meningkatkan daya saing mereka.

Selain fokus pada perdagangan, Khofifah juga menyoroti pentingnya investasi di sektor industri sebagai bagian dari penguatan hilirisasi di Jawa Timur. Ia mengapresiasi kehadiran PT Sunrise Masami Indonesia, salah satu investor asal Hong Kong yang berinvestasi di Jawa Timur sebagai industri pengalengan pertama di Indonesia. Menurutnya, keberadaan industri ini akan memperkuat rantai pasok nasional, mengurangi ketergantungan pada produk kaleng impor, serta mempercepat hilirisasi sektor perikanan, makanan, dan minuman.

Khofifah menjelaskan, "Kehadiran pabrik industri pengalengan ikan seperti PT Sunrise Masami Indonesia, salah satu investor Hong Kong di Jawa Timur, akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada industri kemasan kaleng yang selama ini masih banyak dipenuhi dari impor." Ia menambahkan bahwa kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen dan menyumbang 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa, yang menjadi modal kuat untuk terus menarik investasi dan memperluas pasar ekspor.

Khofifah meyakini bahwa sinergi dengan Hong Kong akan semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan internasional dan lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. "Melalui misi perdagangan ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan ekspor produk unggulan Jawa Timur, serta menarik investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kemitraan dengan Hong Kong memiliki makna strategis bagi masa depan perdagangan Jawa Timur. "Membangun partnership, jejaring, kolaborasi, dan sinergi dengan Hong Kong sama artinya dengan membuka pintu menuju pasar global. Kami ingin seluruh produk unggulan Jawa Timur, mulai dari hortikultura hingga manufaktur, memiliki akses pasar yang semakin luas sehingga manfaatnya juga dirasakan oleh pelaku UMKM," tegasnya.

Sementara itu, Acting Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Fithonatul Mar'ati, menyatakan bahwa East Java Trade and Investment Forum 2026 merupakan momentum penting dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Jawa Timur dengan Hong Kong serta kawasan Greater Bay Area. Ia menambahkan bahwa Hong Kong adalah salah satu investor asing terbesar di Indonesia dan pusat perdagangan internasional yang sangat potensial bagi pengembangan ekspor produk unggulan Jawa Timur.

Fithonatul menilai bahwa keunggulan sektor industri, pertanian, perikanan, manufaktur, makanan olahan, serta UMKM di Jawa Timur memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui Hong Kong sebagai pusat perdagangan, logistik, keuangan, dan pintu gerbang menuju pasar regional maupun global. Ia menekankan bahwa keberhasilan forum ini tidak hanya diukur dari banyaknya nota kesepahaman yang diteken, tetapi lebih pada realisasi kerja sama berkelanjutan, mulai dari transaksi perdagangan, pilot order, investasi, pengembangan distribusi, transfer teknologi, hingga kemitraan usaha.

Fithonatul mengajak semua pihak untuk memanfaatkan kegiatan ini tidak hanya untuk membangun jejaring, tetapi juga untuk menyusun langkah-langkah selanjutnya bersama dan berkomitmen terhadap tindak lanjut yang konkret.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menyampaikan bahwa misi perdagangan di Hong Kong adalah penyelenggaraan kedelapan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di negara mitra. Berbagai produk unggulan Jawa Timur dipromosikan dalam forum ini, mulai dari kopi, rempah-rempah, cokelat, makanan olahan, ikan beku, hasil pertanian dan perkebunan, hingga produk manufaktur seperti kosmetik, alas kaki, garmen, perhiasan, tembaga, dan kerajinan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak transaksi perdagangan, investasi baru, serta kerja sama bisnis berkelanjutan yang terjalin setelah forum ini, sehingga dapat memperluas pasar ekspor, memperkuat daya saing produk unggulan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif.