BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 01:31 WIB
Berita Terkini Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kolaborasi Teknologi dan Generasi di INVIROTECH 2026

11 Jun 2026, 21:33 WIB 11x dibaca 4 menit baca news.detik.com news.detik.com
B
Bagas Prakoso 11x dibaca · 4 menit baca
Kolaborasi Teknologi dan Generasi di INVIROTECH 2026
Foto: Kementerian LH

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) secara resmi mengadakan Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tahun. INVIROTECH 2026 akan diadakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada tanggal 11 hingga 13 Juni 2026 dan bertujuan menjadi platform kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, peneliti, inovator, komunitas lingkungan, serta generasi muda dalam upaya mempercepat tindakan nyata untuk mengatasi krisis lingkungan dan perubahan iklim.

Tema nasional untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 berkembang dari 'Saatnya Bekerja untuk Iklim' menjadi 'Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim'. Penekanan ini menekankan pentingnya aksi iklim yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat dan generasi, dengan prinsip 'no generation left behind', yang berarti tidak ada satu pun kelompok atau generasi yang tertinggal dalam mendapatkan hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Komitmen KLH/BPLH dalam Menangani Krisis Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menyatakan bahwa INVIROTECH 2026 merupakan bukti konsistensi KLH/BPLH dalam menjalankan agenda lingkungan. Menghadapi berbagai tantangan seperti pencemaran air, udara, dan tanah, peningkatan suhu global, serta kerusakan ekosistem, diperlukan langkah yang lebih konkret, kolaboratif, dan terukur.

"Menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim bukan lagi agenda masa depan, melainkan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini. INVIROTECH hadir untuk mempertemukan inovasi, teknologi, investasi, dan aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup," ungkap Jumhur dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (11/6/2026).

Jumhur juga menekankan bahwa arah kebijakan KLH/BPLH sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), yang bertujuan untuk membangun budaya dan peradaban yang menghormati alam serta memperkuat pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa lingkungan tidak seharusnya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai subjek yang perlu dilestarikan.

Inovasi dan Partisipasi dalam INVIROTECH 2026

Dengan tema 'Green Solution Technology for Climate Action', INVIROTECH 2026 diikuti oleh 99 peserta yang berasal dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan asing, organisasi internasional, komunitas, startup, serta perguruan tinggi. Mereka akan memamerkan berbagai inovasi di bidang pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, energi terbarukan, konservasi sumber daya, pemantauan kualitas lingkungan, digitalisasi lingkungan, hingga teknologi yang mendukung pembangunan rendah karbon.

Melalui acara ini, Jumhur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun etika lingkungan (environmental ethics) dengan semangat pertobatan ekologis, termasuk meningkatkan kesadaran untuk memulihkan lingkungan yang rusak dan tercemar serta mengubah cara pandang dan perilaku terhadap alam.

Nilai tersebut juga tercermin dalam pemberian Penghargaan Kalpataru kepada 16 pejuang lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia, serta penghargaan Lifetime Achievement kepada Prof. Emil Salim, yang dianggap sebagai tokoh yang telah meletakkan dasar pemikiran dan kebijakan lingkungan hidup di Indonesia. Penghargaan ini menjadi simbol penting bahwa perjuangan untuk lingkungan harus terus diwariskan dan diperkuat lintas generasi.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, selaku Ketua Pelaksana INVIROTECH 2026, menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih untuk menekankan pentingnya penerapan teknologi dan inovasi hijau dalam mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

"INVIROTECH 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan teknologi dan inovasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempercepat replikasi praktik baik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong investasi hijau yang mendukung pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan," kata Rasio.

Selain pameran teknologi lingkungan, INVIROTECH 2026 juga akan menyelenggarakan forum diskusi, seminar, workshop, coaching clinic, seller meet buyer, business matching, lomba, dan berbagai kegiatan edukasi publik. Melalui kegiatan ini, KLH/BPLH berharap dapat mendorong adopsi teknologi hijau yang lebih luas dan memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung agenda pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Keberadaan INVIROTECH 2026 diharapkan dapat memunculkan berbagai inovasi, kemitraan, investasi hijau, dan aksi nyata yang bertujuan untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta memperkuat upaya untuk mencapai keadilan iklim bagi seluruh masyarakat dan generasi.