BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Berita Terkini Rabu, 05 Agt 2026 17:43 WIB

Kondisi Tanggul Muara Baru Memprihatinkan, Gubernur DKI Meminta Tindakan Segera

05 Agt 2026, 17:43 WIB 71x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
Z
Zahra Asma Nabila 71x dibaca · 2 menit baca
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Brigitta Belia/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Brigitta Belia/detikcom)

Jakarta - Jalan Muara Baru Ujung yang terletak di Jakarta Utara sering kali terlihat becek, diduga akibat rembesan air laut dari tanggul dan keretakan pada jalan. Video mengenai kondisi ini menjadi viral di media sosial.

Dalam pantauan pada Rabu (5/8/2026) di Instagram, lokasi tersebut berdekatan dengan Rumah Pompa Waduk Pliut. Permukaan air laut terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan area pemukiman di sekitarnya. Air mengalir ke permukaan jalan melalui retakan dan rembesan yang terdapat di sisi tanggul. Jalan di sekitar lokasi pun tampak selalu basah.

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta

Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Dinas Sumber Daya Air akan melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap kondisi tanggul tersebut. "Tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya enggak terjadi seperti yang lalu," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono juga menambahkan, "Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya, mohon maaf bukan yang besar tapi kecil, tapi memang merembes." Ia menjelaskan bahwa fenomena air rob yang terjadi beberapa hari terakhir telah menyebabkan permukaan air laut menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan pemukiman. Namun, ia menyatakan bahwa kondisi tersebut kini sudah mulai kembali normal.

Langkah Selanjutnya dan Imbauan untuk Masyarakat

Pramono menegaskan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak akan mengabaikan kondisi tanggul di Muara Baru. Ia telah meminta Dinas Sumber Daya Air untuk melakukan pengecekan dan pemantauan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih serius. Berdasarkan laporan yang diterimanya, rembesan yang terjadi saat ini belum mencapai tingkat yang membahayakan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik meskipun pemerintah tetap melakukan pengawasan.

"Tetapi alhamdulillah karena laporan yang kami dapatkan, itu bukan sesuatu yang kemudian harus menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Tapi memang betul ada rembesannya," tutup Pramono.