Agen Dario Canovi mengungkapkan kritik terhadap Inter Milan terkait ketidakmampuan mereka dalam mendatangkan Marco Palestra, yang akhirnya memilih untuk bergabung dengan Chelsea. Dalam wawancara dengan TMW yang dilansir oleh FCInter1908, Canovi menekankan bahwa Serie A telah berubah menjadi pasar transfer yang kurang kompetitif di Eropa.
Kehilangan Target Utama
Canovi menyatakan, "Bayangkan saja, Inter kehilangan Palestra setelah memperlakukannya dalam waktu lama. Datang tim seperti Chelsea yang menawarkan lebih banyak. Ketika ada tim Inggris yang terlibat, Anda tidak bisa berbuat apa-apa." Ia menambahkan bahwa kasus Palestra adalah contoh nyata dari keraguan Inter dalam mengambil keputusan. "Inter ragu-ragu di awal, dan ketika tiba saatnya untuk menyelesaikan, mereka disusul oleh Chelsea yang mengeluarkan uang," ujarnya.
Tawaran yang Menggiurkan
Sebelumnya, Atalanta membanderol Palestra dengan harga antara 45 hingga 50 juta Euro, dan ia diprediksi akan menjadi pemain kunci bagi Inter Milan. Namun, Chelsea mengajukan tawaran sebesar 55 juta Euro ditambah bonus, serta gaji tahunan antara 5 hingga 6 juta Euro. Tawaran tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang diajukan oleh Inter, yang hanya menawarkan gaji 2,5 juta Euro.
Kekalahan dalam perekrutan Palestra ini menjadi pukulan berat bagi direktur olahraga Piero Ausilio, yang kini harus mencari alternatif untuk posisi bek kanan. Anan Khalaili dari Union SG menjadi salah satu opsi utama untuk menggantikan Denzel Dumfries yang telah pindah ke Madrid. Selain itu, kegagalan mendapatkan Palestra semakin diperparah dengan hilangnya Nico Paz, yang juga direkrut oleh Como dengan harga 60 juta Euro.