Dalam perkembangan terbaru Liga Italia, Enzo Bucchioni mengungkapkan bahwa Presiden FIGC, Giovanni Malago, menunjukkan kelemahan politik yang signifikan. Ia memberikan peringatan bahwa situasi ini dapat menyebabkan pemerintah campur tangan dan 'mengomisariskan' federasi sepak bola.
Kekacauan Internal Timnas Italia
Bucchioni, seorang jurnalis senior di TMW Radio, menyatakan bahwa kekacauan yang terjadi di dalam tubuh Timnas Italia seharusnya bisa dihindari sejak awal. Ia menegaskan bahwa Malago, setelah terpilih, sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk mempertahankan Roberto Mancini sebagai pelatih, dan seharusnya segera melanjutkan proses tersebut dengan mempertimbangkan semua aspek etis yang ada.
“Semua tsunami ini sebenarnya bisa dihindari, karena Malago sehari setelah terpilih sebenarnya sudah menginginkan Mancini, dan seharusnya langsung melanjutkan proses itu bersama seluruh pertimbangan etisnya,” ungkap Bucchioni.
Opsi Pelatih yang Tersedia
Bucchioni juga menyoroti bahwa jika pelatih ternama seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran, maka pilihan yang tersisa seharusnya antara Mancini atau Antonio Conte. “Sayangnya Malago lemah secara politik, ia punya beberapa faksi yang menentangnya di internal federasi, seperti dewan federal,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bucchioni mencatat bahwa kemarin lebih dari satu anggota dewan federal mengundurkan diri, dan menteri terkait pun telah memberikan tanggapan mengenai situasi ini. “Mereka tengah berusaha dengan segala cara untuk mengomisariskan federasi sepak bola Italia. Kita akan lihat sendiri apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang,” tutup Bucchioni di TMW Radio.
Isu mengenai potensi 'komisarisasi' federasi sepak bola bukanlah hal baru dalam sejarah olahraga Italia. Biasanya, hal ini melibatkan campur tangan langsung dari pemerintah ketika sebuah federasi olahraga dinilai tidak mampu menjaga stabilitas internalnya secara mandiri.
Saat ini, Roberto Mancini menjabat sebagai pelatih kepala, sementara Claudio Ranieri diangkat sebagai direktur teknis menggantikan Paolo Maldini.