BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Berita Terkini Kamis, 13 Agt 2026 06:32 WIB

Latihan Militer RI dan China Memicu Reaksi Keras dari Taiwan

13 Agt 2026, 06:32 WIB 25x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
K
Komang Yoga 25x dibaca · 3 menit baca
Foto: Ilustrasi kapal perang (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Foto: Ilustrasi kapal perang (AFP/FAYEZ NURELDINE)

Rencana latihan angkatan laut yang akan dilakukan oleh China dan Indonesia di perairan timur Taiwan mendapat perhatian luas dan menuai kritik dari Taiwan. Pihak Taiwan menganggap bahwa tindakan ini menciptakan kesan bahwa China memiliki hak atas wilayah tersebut. Bagaimana respons dari militer Indonesia?

China mengklaim bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya, namun klaim ini ditolak oleh Taiwan, yang menyebabkan ketegangan antara kedua negara semakin meningkat. Pada hari Selasa (11/8), Kementerian Pertahanan China mengumumkan bahwa sebuah kapal perang mereka dan kapal fregat Indonesia akan melaksanakan "latihan pelayaran" di sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus. Tujuan dari latihan ini adalah untuk "meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut dan bersama-sama menjaga perdamaian serta stabilitas di kawasan."

Kecaman dari Taiwan

Dewan Urusan Daratan, yang merupakan badan kebijakan tertinggi Taiwan yang menangani masalah terkait China, mengeluarkan pernyataan mengecam rencana latihan tersebut. Mereka menyatakan bahwa Taiwan "mengutuk keras provokasi militer CCP," merujuk pada Partai Komunis China. Dalam pernyataan tersebut, Dewan Urusan Daratan menegaskan, "Langkah ini, pada kenyataannya... bertujuan untuk menciptakan kesan palsu bagi komunitas internasional bahwa CCP memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan dan secara terang-terangan melanggar kedaulatan nasional serta hak dan kepentingan maritim kami," seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan latihan militer terbesar yang diadakan Taiwan tahun ini, yang bertujuan untuk mempersiapkan warganya menghadapi kemungkinan invasi dari China. Beijing juga diketahui mengerahkan kapal perang, pesawat tempur, dan kapal penjaga pantai di sekitar Taiwan hampir setiap hari untuk menegaskan klaim kedaulatannya.

Pernyataan TNI AL

TNI Angkatan Laut memberikan klarifikasi terkait rencana latihan pelayaran antara militer China dan Indonesia di perairan timur Taiwan. TNI AL menegaskan bahwa latihan tersebut bukanlah latihan perang, melainkan merupakan tradisi angkatan laut secara umum. "Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dihubungi.

Sebelumnya, kapal perang Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 telah tiba di Pier 33, Vladivostok, Rusia pada 23 Juli 2026 untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) ORRUDA (Orel Garuda) 2026 antara TNI AL dan Angkatan Laut Rusia. Latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Harbour Phase pada 24-26 Juli dan Sea Phase pada 27-28 Juli 2026. Laksma Tunggul juga menyampaikan bahwa selama perjalanan dari Vladivostok kembali ke Indonesia, akan dilakukan latihan passing exercise dengan negara-negara yang dilalui.

Latihan ini merupakan bentuk kerja sama dalam hubungan diplomatik di bidang maritim yang melekat pada kapal perang. Ia menekankan bahwa politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif memberikan peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai negara, termasuk dalam kegiatan latihan bersama. "Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," tuturnya.

Dengan demikian, TNI AL menegaskan bahwa latihan ini tidak bertujuan untuk provokasi, melainkan sebagai bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan di bidang maritim.